Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Wabup Lembata Buka Pelatihan KDKMP 2025: Langkah Strategis Perkuat Fondasi Ekonomi Desa

Kegiatan ini dianggap sebagai pijakan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia desa yang kompeten guna mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Admin
Kamis, 20 November 2025 | 11:08:03 WIB
Dok. Prokompim

Lembata, Pojoknesia.com - Pemerintah Kabupaten Lembata kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian berbasis masyarakat melalui peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi. 

Hal ini ditandai dengan dibukanya Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2025 oleh Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, di Ballroom Olympic Lewoleba, Kamis (20/11/). 

Kegiatan ini dianggap sebagai pijakan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia desa yang kompeten guna mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Dalam laporannya, Kabid Koperasi Dinas Koperindag Kabupaten Lembata, Roswati B. L., menjelaskan bahwa pembentukan dan penguatan KDKMP merupakan amanat strategis dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. 

Instruksi ini menggarisbawahi percepatan pembangunan ekonomi desa melalui koperasi sebagai instrumen utama, sekaligus memperkuat jalur swasembada pangan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

Menurut Roswati, koperasi Merah Putih diharapkan menjadi entitas ekonomi desa yang berdaya saing dan mampu berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Pelatihan yang diselenggarakan kali ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Kepala Dinas Koperindag Lembata, Wihelmus Leuweheq, serta praktisi koperasi, Yosef Adolfus Dau. 

Materi yang diberikan mencakup pemahaman regulasi terkini, pembenahan tata kelola kelembagaan, penguatan prinsip-prinsip perkoperasian, serta pengembangan kompetensi teknis yang menjadi kebutuhan mendesak dalam pengelolaan koperasi modern.

Pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan lapangan sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan hasil pelatihan.

Wakil Bupati Muhamad Nasir dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda formal pemerintah, melainkan investasi strategis untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi lokal. 

Ia menekankan bahwa keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh kualitas pengurusnya. 

Oleh karena itu, Wabup Nasir mendorong seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi pelatihan dengan penuh tanggung jawab, sebab keberhasilan KDKMP akan berpengaruh langsung pada percepatan pembangunan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, pelatihan KDKMP 2025 dilaksanakan dalam tiga gelombang untuk memastikan efektivitas pelaksanaan dan pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh peserta. 

Angkatan I berlangsung pada 20–22 November di Ballroom Olympic Lewoleba, Angkatan II pada 24–26 November di Aula Hotel An-Nisa, dan Angkatan III pada 27–29 November di Aula Ankara. 

Pembagian gelombang ini juga dimaksudkan agar proses mentoring dan dialog interaktif antara narasumber dan peserta dapat berlangsung lebih intensif.

Kegiatan ini terlaksana melalui sinergi antara Dinas Koperasi & UKM Provinsi NTT, Dinas Koperindag Kabupaten Lembata, dan dukungan pendanaan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI. 

Kolaborasi lintas lembaga tersebut menegaskan bahwa peningkatan kualitas pengelolaan koperasi desa merupakan agenda prioritas yang melibatkan pemerintah pusat hingga daerah, mengingat peran strategis koperasi dalam menunjang struktur ekonomi nasional.

Dengan resmi dimulainya pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap munculnya pengurus KDKMP yang semakin profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi. 

Transformasi koperasi desa menjadi lembaga yang kredibel dan mandiri diyakini akan membawa dampak signifikan bagi pembangunan daerah serta memperkuat kontribusi Lembata dalam perjalanan panjang menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Prokompim / Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Kinerja Gemilang Tiga OPD Dongkrak PAD Lembata Hingga Rp17 Miliar

Di sisi lain, secara agregat total pendapatan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

| Jumat, 03 Juli 2026
Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot

Nilai tinggi dari kain tenun ini bukan semata-mata karena harganya, melainkan karena proses pembuatan yang sangat panjan

| Kamis, 02 Juli 2026
Bupati dan Wakil Bupati Lembata Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden menegaskan bahwa seluruh pengabdian Polri harus

| Rabu, 01 Juli 2026
Aksi Nyata Bupati Lembata: Ikut Angkut Batu Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 pada Revitalisa

| Selasa, 30 Juni 2026
Operasi Besar Disiapkan Bupati-Wabup Lembata, Dugaan Bisnis Ilegal BBM Subsidi Jadi Target

Padahal kuota BBM subsidi yang disalurkan ke Lembata disebut sudah sesuai pengajuan daerah. Namun antrean panjang dan ke

| Senin, 29 Juni 2026
Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Penyampaian laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab eksekutif kepada legislatif dan masyarakat luas atas pengelolaa

| Senin, 29 Juni 2026
Festival Lamaholot 2026 Siap Guncang Lembata, Empat Hari Perayaan Budaya Menuju Panggung Dunia

Festival ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran UMKM dan tenun ikat, karnaval budaya, pertunjukan seni etn

| Senin, 29 Juni 2026
Bupati Kanis: Menjadi Pengelola Bank Sampah adalah Pekerjaan Mulia

Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisi

| Sabtu, 20 Juni 2026
Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak

Terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan kh

| Jumat, 19 Juni 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan