Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bupati Buka Rapat Evaluasi Program Prioritas Nelayan–Tani–Ternak 2025 dan Rencana Kerja 2026

Bupati Lembata menegaskan bahwa rapat evaluasi ini memiliki makna yang sangat strategis. Evaluasi tidak hanya sekadar menilai capaian angka dan laporan, tetapi menjadi momentum untuk mengukur kinerja, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan dan inovasi ke depan.

Admin
Jumat, 19 Desember 2025 | 14:25:07 WIB
Dok. Prokopim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com  - Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, secara resmi membuka Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Prioritas Daerah Tahun 2025 dan Rencana Kerja Tahun 2026 dalam bingkai Nelayan–Tani–Ternak (NTT). Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 18 Desember 2025, bertempat di Aula Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Asisi, Lamahora.

Rapat evaluasi strategis ini dihadiri oleh seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Petugas Kesehatan Hewan dan Peternakan, Operator Traktor, serta Pelapor Luas Tambah Tanam (LTT) se-Kabupaten Lembata. Turut hadir Muktar Hada, selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata.

Dalam laporannya, Muktar Hada menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Lembata didukung oleh 106 Penyuluh Pertanian Lapangan, 11 Petugas POPT, 21 Petugas Kesehatan Hewan dan Peternakan, 12 Operator Traktor, serta 2 tenaga Pelapor LTT yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Seluruh tenaga teknis tersebut menjadi ujung tombak dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di daerah.

Ia menjelaskan, skenario pembangunan Kabupaten Lembata Tahun 2025–2029 menitikberatkan pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan mengandalkan keunggulan kompetitif dan komparatif daerah. Dalam kerangka tersebut, sektor pertanian dan perikanan ditetapkan sebagai leading sector untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas masyarakat.

Pembangunan daerah diarahkan pada keterpaduan sektor primer, sekunder, dan tersier yang saling menguatkan. Pertumbuhan sektor primer diharapkan mendorong sektor sekunder, dan secara simultan menopang sektor tersier, demikian pula sebaliknya.

Grand design pembangunan berkelanjutan Tahun 2025–2029 meliputi pengelolaan potensi daerah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir berbasis industri, menjamin kepastian pasar, serta melibatkan pelaku utama masyarakat nelayan, petani, dan peternak, pemerintah, pelaku usaha, dan pasar, termasuk kerja sama dengan lembaga keuangan dalam penyediaan modal usaha.

Dalam sambutannya, Bupati Lembata menegaskan bahwa rapat evaluasi ini memiliki makna yang sangat strategis. Evaluasi tidak hanya sekadar menilai capaian angka dan laporan, tetapi menjadi momentum untuk mengukur kinerja, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan dan inovasi ke depan.

Bupati Tuaq menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran OPD teknis, para penyuluh, dan tenaga lapangan atas kerja keras serta dedikasi dalam menyukseskan Program Prioritas Nelayan–Tani–Ternak selama Tahun Anggaran 2025. Berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan diharapkan menjadi fondasi kuat dalam penyusunan perencanaan Tahun 2026 agar lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan agar perencanaan Tahun 2026 disusun secara matang, efektif, dan efisien, serta berbasis pada kebutuhan riil masyarakat. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendampingan dan penyuluhan yang intensif harus terus dilakukan, mengingat para penyuluh dan tenaga teknis lapangan memegang peran strategis sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput.

Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan hilirisasi dan akses pasar. Menurutnya, peningkatan produksi harus dibarengi dengan jaminan nilai tambah, daya saing, serta kepastian pasar yang menguntungkan bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, sinergi lintas sektor, kekompakan, dan kerja tim perlu terus diperkuat.

Menutup sambutannya, Bupati Lembata menitipkan pesan kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan yang ke depan akan beralih secara administrasi ke pemerintah pusat agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tidak melupakan Lewotanah Lembata.

Rapat evaluasi ini diharapkan menghasilkan penilaian yang objektif, rekomendasi yang konstruktif, serta rencana kerja Tahun 2026 yang realistis, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Lembata menuju Lembata yang Maju, Lestari, dan Berdaya Saing. (Prokompim/Kominfo Lembata)



Bagikan

Berita Terkini

Warga Lewoleba Barat Gaungkan Gerakan Anti Sampah di Terminal Waikomo

Kali Waikomo selama ini menjadi salah satu titik rawan pembuangan sampah liar. Pada musim hujan, aliran sungai kerap m

| Kamis, 19 Februari 2026
Wabup Nasir Tekankan Spirit Kebersamaan di Pawai Ta’aruf Ramadhan

Acara diawali sambutan Ketua Badan Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas, Latif Paokuma, yang menekankan pentingnya menjag

| Rabu, 18 Februari 2026
Dari Ladang Paubokol, Kelompok Tani Peduli Paubokol Panen Jagung Bersama Bupati Lembata

Panen perdana ini menjadi momen bersejarah bagi Kelompok Tani Peduli Paubokol. Ketua Kelompok, Lazarus Teka Udak, menj

| Kamis, 12 Februari 2026
Bupati Lembata Hadiri Tahbisan Uskup Larantuka, Teguhkan Semangat 'Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan'

Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Lembata, saya menyampaikan selamat dan proficiat kepada Mgr. Yoh

| Rabu, 11 Februari 2026
Musrenbang RKPD 2027 Lembata, Bupati Tekankan Prioritas Anggaran Kebutuhan Riil

Bupati juga menekankan bahwa keterbatasan fiskal daerah menuntut pemerintah lebih selektif dalam menetapkan prioritas

| Jumat, 06 Februari 2026
Hadiri Peresmian Gedung PLHUT, Bupati Lembata : Pelayanan Haji Harus Berkualitas dan Berdampak bagi Umat

Gedung ini harus menjadi ruang pelayanan yang benar-benar memudahkan masyarakat. Yang dibutuhkan umat bukan kemegahan b

| Senin, 09 Februari 2026
Hadiri HPN ke-80, Bupati Lembata Dorong Pers Kritis dan Berpihak pada Kepentingan Publik

Menurutnya, kritik seringkali menimbulkan guncangan psikologis, namun hal itu justru membuat pemerintah semakin berhat

| Senin, 09 Februari 2026
Rapat Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan, Gubernur NTT Ingatkan Semua Pihak Harus Terlibat Aktif

Gubernur menekankan bahwa kejadian tersebut merupakan kegagalan kolektif dalam pengelolaan persoalan kemiskinan dan per

| Jumat, 06 Februari 2026
Perkuat Produk Lokal Masyarakat Lembata, Gubernur NTT Launching NTT Mart

Salah satu produk unggulan Lembata yakni Jagung Titi kini telah dipasarkan ke Kupang melalui Bandara El Tari, Jakarta m

| Jumat, 06 Februari 2026
Gelar Konsultasi Publik RKPD 2027, Wabup Lembata Ajak Semua Terlibat Aktif Pembangunan Daerah

onsultasi publik ini menjadi forum penting untuk mencermati Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 sekaligus menjaring aspir

| Jumat, 30 Januari 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan

TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 PojokNesia
Allright Reserved
CONTACT US Lewoleba
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281353967028
POJOKNESIA
Viewers Now: 2