Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Perkuat Produk Lokal Masyarakat Lembata, Gubernur NTT Launching NTT Mart

Salah satu produk unggulan Lembata yakni Jagung Titi kini telah dipasarkan ke Kupang melalui Bandara El Tari, Jakarta melalui Wisma NTT, serta dalam tahap uji coba ke Hong Kong.

Admin
Jumat, 06 Februari 2026 | 16:08:48 WIB
Dok. Prokopim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt secara resmi melaunching NTT Mart di Kabupaten Lembata, Kamis (5/2/26). Kehadiran NTT Mart diharapkan menjadi penggerak baru ekonomi kerakyatan sekaligus pusat pemasaran produk lokal unggulan masyarakat.

Launching tersebut dihadiri Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, S.P, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lembata, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku UMKM dan IKM, serta insan pers.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Drs. Zet Sony Libing, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa NTT Mart merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi NTT yang didukung APBD untuk menyerap dan memasarkan produk lokal dari berbagai sektor, seperti kriya, fashion, dan kuliner. Saat ini, NTT Mart Lembata telah menampung 38 pelaku IKM dengan 88 jenis produk dan total 921 item yang siap dipasarkan.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan bahwa kehadiran NTT Mart sejalan dengan program prioritas daerah yang dirangkum dalam RPJMD  NTT (Nelayan, Tani, dan Ternak). Menurutnya, tantangan utama pengembangan ekonomi daerah terletak pada hilirisasi dan akses pasar, sehingga kehadiran NTT Mart menjadi solusi nyata bagi pelaku usaha lokal.

“Setiap niat baik akan selalu bertemu dengan jalan yang baik, NTT Mart ini seperti gayung bersambut. Ini adalah mimpi saya sejak masih menjabat Kepala Dinas Pertanian, ketika melihat mama-mama menjual Jagung Titi di sekitar pelabuhan. Hari ini, mimpi itu terjawab,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, salah satu produk unggulan Lembata yakni Jagung Titi kini telah dipasarkan ke Kupang melalui Bandara El Tari, Jakarta melalui Wisma NTT, serta dalam tahap uji coba ke Hong Kong.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata terus menyelaraskan program nasional dan program daerah guna mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. 

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah permasalahan strategis yang dihadapi daerah kepulauan seperti Lembata, terutama terkait keterbatasan infrastruktur pelabuhan feri dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas nelayan, petani, dan pelaku usaha. Oleh karena itu, Bupati berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.


Sementara itu, Dalam sambutannya, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt menegaskan bahwa peluncuran NTT Mart di Kabupaten Lembata bukanlah acara seremonial biasa maupun rutinitas pemerintahan, melainkan langkah strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di NTT. Kehadiran NTT Mart di Lembata menjadi bagian dari jaringan NTT Mart yang ke-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menurut Gubernur, ekonomi kerakyatan hanya dapat berjalan dengan baik apabila mata rantai ekonomi digerakkan secara partisipatif dan melibatkan sebanyak mungkin kelompok masyarakat. Ekonomi kerakyatan berarti ekonomi yang hidup, tumbuh dari bawah, dan memberi ruang bagi masyarakat untuk berproduksi, memasarkan, serta menikmati hasil pembangunan secara adil.

Gubernur menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya Republik Indonesia, para pendiri bangsa telah meletakkan fondasi demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Jika demokrasi politik diwujudkan melalui sila keempat Pancasila, maka keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tercantum dalam sila kelima hanya dapat terwujud apabila demokrasi ekonomi berjalan dengan baik. Namun demikian, ia menilai bahwa demokrasi ekonomi belum berjalan merata, sehingga masih terjadi pemusatan kekuatan ekonomi pada segelintir pihak.

Oleh karena itu, Gubernur menekankan pentingnya pemerataan ekonomi melalui penguatan usaha rakyat. Ia berharap NTT, khususnya Kabupaten Lembata, tidak lagi menjadi daerah yang konsumtif, tetapi bertransformasi menjadi provinsi yang produktif, di mana masyarakat mampu memproduksi kebutuhan sendiri dan saling membeli produk lokal secara berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Gubernur mendorong keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, seperti gereja, masjid, pura, dan wihara, untuk ikut berkontribusi melalui kegiatan produksi ekonomi umat. Menurutnya, potensi ekonomi dapat tumbuh dari berbagai ruang kehidupan sosial masyarakat.

Gubernur juga menekankan pentingnya hilirisasi potensi lokal, dengan mengangkat contoh pengolahan abon ikan di Sumba Tengah sebagai praktik baik. Ia mengajak agar berbagai potensi lokal yang ada di Lembata, baik hasil laut, pertanian, maupun olahan pangan, dapat dikembangkan dan dipasarkan melalui NTT Mart sebagai etalase produk daerah.

Lebih lanjut, Gubernur mendorong penguatan kerja sama kawasan antara Kabupaten Lembata, Flores Timur, dan Alor dalam satu kawasan Lomblen–Lamatokan–Alor. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Lembata akan berkembang lebih optimal apabila dikelola bersama dengan daerah sekitar, baik dalam sektor pariwisata, ekonomi kelautan, maupun industri pengolahan. Kerja sama kawasan ini diharapkan disusun secara konkret dengan pendampingan teknis dari pemerintah provinsi.

Sebagai strategi penguatan produksi, Gubernur mengusulkan penerapan konsep One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product, dengan komposisi 80 persen produk berasal dari Kabupaten Lembata dan 20 persen dari luar daerah sebagai penguat jejaring ekonomi. Ia menegaskan bahwa masyarakat NTT bukan miskin potensi maupun sumber daya, melainkan perlu memperkuat karakter, tata kelola, dan pendampingan keuangan agar usaha rakyat berjalan aman, modal terlindungi, dan pengembalian usaha terjamin.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, berinisial YBR (10).

Launching NTT Mart dikelola oleh Dekranasda Kabupaten Lembata melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Lembata dan Perdagangan Provinsi NTT.

Kehadiran NTT Mart di Kabupaten Lembata diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Prokompim/Kominfo Lembata ) ***


Bagikan

Berita Terkini

Kedang Didorong Jadi Destinasi Baru, Bupati Lembata Serahkan Bantuan Nelayan dan Pangan

Bantuan mesin disalurkan kepada kelompok nelayan tiga desa, yakni Kalikur, Mampir, dan Tobotani, yang merupakan aspirasi

| Kamis, 27 Agustus 2026
Bank NTT Hadir di Wulandoni, Dorong Kawasan Selatan Lembata Jadi Sentra Ekonomi Baru

Keberadaan pelabuhan perintis telah membuka ruang ekonomi yang lebih luas. Namun, konektivitas tersebut perlu diperkuat

| Selasa, 25 Agustus 2026
62 Warga Binaan Lapas Lembata Terima Remisi Kemerdekaan

Kepala Lapas Kelas III Lembata, Antonius Semuki, mengatakan bahwa dari total 78 penghuni lapas, sebanyak 62 orang memenu

| Selasa, 18 Agustus 2026
Penghormatan Terakhir untuk Mantan Pj Bupati, Bupati dan Wabup Lembata Hadir di Rumah Duka

Ia mengungkapkan rasa syukur karena rombongan Pemerintah Kabupaten Lembata dapat tiba di Kota Kupang dan hadir secara la

| Rabu, 19 Agustus 2026
Paskibra Banitobo Panjat Tiang Bendera Selamatkan Sang Merah Putih

Insiden itu menyebabkan bendera Merah Putih tersangkut di ujung tiang dan tidak dapat diturunkan.

| Selasa, 18 Agustus 2026
Momentum HUT ke-81 RI, PTSL Lembata Terbitkan 2.012 Sertipikat Tanah

Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) Tahun 2026 telah menghasilkan 2.012 sertipikat tanah dari target 2.7

| Selasa, 18 Agustus 2026
HUT ke-81 RI, Bupati Kanis Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kerja Nyata untuk Kemajuan Lembata

Momentum bersejarah tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam melanj

| Selasa, 18 Agustus 2026
Dorong Produktivitas Sawah, Bupati Lembata Tinjau Irigasi Waikomo

Infrastruktur irigasi sepanjang 275 meter tersebut dikerjakan secara swakelola oleh kelompok petani dengan dukungan ang

| Kamis, 13 Agustus 2026
Transformasi Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan

Posyandu adalah garda terdepan. Melalui transformasi layanan primer ini, kita ingin memastikan pelayanan kesehatan tidak

| Jumat, 14 Agustus 2026
Bupati Kanis Kukuhkan 10 Anggota Paskibra Tahun 2026

Momen pengukuhan ditandai dengan penyematan lencana dan kendit kepada Juana Valenza Magang Sauw.

| Sabtu, 15 Agustus 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan