Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Momentum 7 Maret, Pemda Lembata Serukan Toleransi di Masa Pra Paskah dan Bulan Ramadhan

Puasa tidak hanya berbicara tentang relasi manusia dengan Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana kita memperbaiki relasi dengan sesama melalui solidaritas dan kepedulian sosial.

Admin
Minggu, 08 Maret 2026 | 16:21:51 WIB
Dok. Prokompim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com - Pemerintah Kabupaten Lembata memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan yang bertepatan dengan peringatan sejarah 7 Maret untuk menegaskan kembali pesan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Melalui kegiatan tasyakuran dan buka puasa bersama lintas agama yang digelar di Rumah Jabatan Wakil Bupati Lembata di Lamahora, Lewoleba, Sabtu, 7 Maret 2026, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga toleransi sebagai fondasi pembangunan daerah.

Acara yang dihadiri Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, pimpinan OPD dan pimpinan lembaga keagamaan, Ketua dan Staf Ahli Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, serta tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang agama, menyiratkan sebuah pesan kuat bahwa persatuan ditengah perbedaan adalah mutlak.

Momentum ini dinilai memiliki makna simbolik karena berlangsung pada peringatan 72 tahun peristiwa 7 Maret 1954, yang dikenang sebagai tonggak awal perjuangan tokoh-tokoh masyarakat Lembata dalam memperjuangkan otonomi daerah.

https://pojoknesia.com/batas-belanja-pegawai-30-persen-pemda-lembata-usulkan-revisi-formula-perhitungan

Tokoh agama Islam Lembata H. Mansyur Masan Puran mengatakan peringatan 7 Maret seharusnya tidak hanya dipahami sebagai peristiwa historis, tetapi juga sebagai pengingat tanggung jawab generasi sekarang untuk melanjutkan cita-cita para pendahulu.

“Perjuangan para tokoh yang merintis otonomi Lembata adalah warisan yang kita nikmati hari ini. Karena itu setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk memberi kontribusi bagi kemajuan daerah,” kata Mansyur dalam sambutannya.

Ia menilai pertemuan Ramadan dan masa Pra-Paskah yang sedang dijalani umat Kristiani di Lembata menjadi momentum spiritual yang penting bagi masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

Hal senada disampaikan Romo Deken Lembata, RD Philipus Sinyo da Gomesz. Menurutnya, puasa dalam berbagai tradisi agama memiliki makna yang serupa, yakni refleksi diri, pertobatan, serta penguatan relasi manusia dengan Tuhan dan sesama.

https://pojoknesia.com/spirit-taan-tou-jejak-pemersatu-dari-peristiwa-7-maret-1954

“Puasa tidak hanya berbicara tentang relasi manusia dengan Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana kita memperbaiki relasi dengan sesama melalui solidaritas dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir menekankan bahwa keberagaman sosial, budaya, dan agama merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Lembata. 

Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Pancasila menjadi titik temu yang menyatukan berbagai perbedaan.

Wabup Nasir mengibaratkan kehidupan masyarakat seperti kain tenun khas Lembata yang indah karena tersusun dari benang-benang dengan warna berbeda.

“Jika benang-benang itu dirajut dengan baik, maka akan menghasilkan kain yang indah. Tetapi jika ditarik dan dipisahkan, maka keindahannya akan hilang,” kata Wabup Nasir.

https://pojoknesia.com/wakapolres-lembata-i-gede-sucitra-pimpin-aksi-berbagi-takjil-ramadhan

Menurut dia, analogi tersebut menggambarkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.

Selain kegiatan buka puasa bersama, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan sembako kepada sejumlah masyarakat penerima manfaat serta warga binaan lembaga pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial selama Ramadan.

Tausiah yang disampaikan Ustadz Hasadullah Abdullah menutup rangkaian kegiatan dengan pesan tentang pentingnya memperkuat iman, membangun rekonsiliasi kemanusiaan, serta menumbuhkan empati sosial.

https://pojoknesia.com/ramadhan-berkah-di-lembata-pln-siapkan-1200-paket-sembako-murah

“Ramadan mengajarkan kita kesabaran, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Jika nilai-nilai ini dijaga, maka kehidupan masyarakat akan tetap damai,” ujarnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lembata, pertemuan antara Ramadan, masa Pra-Paskah, dan peringatan sejarah 7 Maret menjadi simbol bahwa keberagaman bukanlah sumber perpecahan, melainkan modal sosial untuk membangun kehidupan bersama yang lebih harmonis di daerah kepulauan tersebut. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan