Lembata, Pojoknesia.com — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., memimpin rapat evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis (3/9/2026).
Rapat evaluasi ini guna memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, disiplin, dan tepat sasaran.
Mengingat rincian realisasi Pendapatan dan Belanja yang dipaparkan, Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Emanuel Krova, pertanggal 2 September 2026, realisasi pendapatan daerah baru mencapai Rp518,17 miliar atau 68,55 persen dari target Rp755,84 miliar.
Secara rinci, capaian pendapatan daerah tersebut meliputi:
Pendapatan Asli Daerah (PAD): Terealisasi Rp21,90 miliar (49,77 persen) dari target Rp44 miliar.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/bupati-lembata-lantik-kepsek-dan-guru-ingatkan-pentingnya-dedikasi
Pendapatan Transfer Pusat: Terealisasi Rp486,46 miliar (70,76 persen).
Pendapatan Transfer Antardaerah: Terealisasi Rp7,94 miliar (47,73 persen).
Dana Bagi Hasil (DBH): Menerima Rp2,80 miliar (173,97 persen dari target Rp1,61 miliar), didorong pelunasan kurang bayar hingga 2024.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/hadapi-ancaman-kekeringan-bupati-lembata-resmikan-sumur-bor
Dana Alokasi Umum (DAU): DAU block grant (tidak ditentukan penggunaannya) terealisasi Rp379,07 miliar (83,06 persen), sedangkan DAU specific grant baru menyentuh Rp3,11 miliar (37,53 persen).
Dari sisi pengeluaran, realisasi belanja daerah baru menyentuh Rp407,27 miliar atau 55,19 persen dari total pagu Rp737,90 miliar. Serapan terendah tercatat pada belanja modal yang baru terealisasi Rp6,19 miliar (22,25 persen), disusul belanja transfer Rp55,24 miliar (38,16 persen), dan belanja operasi Rp345,78 miliar (61,27 persen).
Kendati total PAD masih lebih rendah 2,13 persen dibanding periode sama tahun 2025, sektor pajak daerah mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 28,80 persen.
Untuk itu OPD jangan hanya pintar menghabiskan anggaran menanggapi laporan angka tersebut, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menegaskan bahwa indikator keberhasilan APBD tidak hanya dinilai dari seberapa besar anggaran yang dihabiskan.
"OPD jangan hanya fokus pada pembelanjaan atau menghabiskan anggaran. Harus ada skenario dan strategi konkret untuk mengumpulkan pendapatan," tegas Kanisius.
Bupati menginstruksikan pemetaan kontribusi tiap OPD terhadap pendapatan daerah guna menggali potensi penerimaan yang belum tergarap. Selain itu, pemerintah kecamatan diminta aktif membantu penagihan retribusi pasar untuk memperkuat PAD.
Pengawasan Ketat Dana Transfer
Kanisius juga memberikan atensi khusus pada pengawasan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan DAU Specific Grant. Pimpinan OPD diperintahkan melakukan pemantauan (tracking) berkala agar pemenuhan syarat administrasi serta teknis tidak terkendala.
"Anggaran harus terus di-tracking. Berikan perhatian khusus agar tidak terjadi kekeliruan maupun pelanggaran dalam pelaksanaannya," lanjutnya.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/dorong-produktivitas-sawah-bupati-lembata-tinjau-irigasi-waikomo
Ia mengingatkan agar kegagalan penyaluran dana transfer pada tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali akibat kelalaian administrasi.
Di akhir arahannya, Bupati menekankan pentingnya transparansi, kehati-hatian, serta komunikasi yang harmonis antarstaf di lingkungan Pemkab Lembata agar evaluasi APBD ini menghasilkan langkah nyata menuju tata kelola keuangan yang akuntabel.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/paskibra-banitobo-panjat-tiang-bendera-selamatkan-sang-merah-putih
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapo Bali, Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Apolonaris Mayan, Asisten III Administrasi Umum Yohanes Berchamans Daniel Dai, serta 39 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Lembata. (Prokompim /Kominfo Lembata) ***