Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Pimpin Rapat Evaluasi APBD 2026, Bupati Kanis: OPD Jangan Fokus Menghabiskan Anggaran

Rapat evaluasi ini guna memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, disiplin, dan tepat sasaran.

Admin
Jumat, 04 September 2026 | 15:08:42 WIB
Dok. Prokompim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., memimpin rapat evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis (3/9/2026). 

Rapat evaluasi ini guna memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, disiplin, dan tepat sasaran. 

Baca Juga; https://pojoknesia.com/lembata-bidik-investasi-jambu-mete-bupati-kanis-genjot-peremajaan-2-ribu-hektar

Mengingat rincian realisasi Pendapatan dan Belanja yang dipaparkan, Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Emanuel Krova, pertanggal 2 September 2026, realisasi pendapatan daerah baru mencapai Rp518,17 miliar atau 68,55 persen dari target Rp755,84 miliar.

Secara rinci, capaian pendapatan daerah tersebut meliputi:

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Terealisasi Rp21,90 miliar (49,77 persen) dari target Rp44 miliar.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/bupati-lembata-lantik-kepsek-dan-guru-ingatkan-pentingnya-dedikasi

Pendapatan Transfer Pusat: Terealisasi Rp486,46 miliar (70,76 persen).

Pendapatan Transfer Antardaerah: Terealisasi Rp7,94 miliar (47,73 persen).

Dana Bagi Hasil (DBH): Menerima Rp2,80 miliar (173,97 persen dari target Rp1,61 miliar), didorong pelunasan kurang bayar hingga 2024.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/hadapi-ancaman-kekeringan-bupati-lembata-resmikan-sumur-bor

Dana Alokasi Umum (DAU): DAU block grant (tidak ditentukan penggunaannya) terealisasi Rp379,07 miliar (83,06 persen), sedangkan DAU specific grant baru menyentuh Rp3,11 miliar (37,53 persen).

Dari sisi pengeluaran, realisasi belanja daerah baru menyentuh Rp407,27 miliar atau 55,19 persen dari total pagu Rp737,90 miliar. Serapan terendah tercatat pada belanja modal yang baru terealisasi Rp6,19 miliar (22,25 persen), disusul belanja transfer Rp55,24 miliar (38,16 persen), dan belanja operasi Rp345,78 miliar (61,27 persen).

Baca Juga; https://pojoknesia.com/kedang-didorong-jadi-destinasi-baru-bupati-lembata-serahkan-bantuan-nelayan-dan-pangan

Kendati total PAD masih lebih rendah 2,13 persen dibanding periode sama tahun 2025, sektor pajak daerah mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 28,80 persen.

Untuk itu OPD jangan hanya pintar menghabiskan anggaran menanggapi laporan angka tersebut, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menegaskan bahwa indikator keberhasilan APBD tidak hanya dinilai dari seberapa besar anggaran yang dihabiskan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/bank-ntt-hadir-di-wulandoni-dorong-kawasan-selatan-lembata-jadi-sentra-ekonomi-baru

"OPD jangan hanya fokus pada pembelanjaan atau menghabiskan anggaran. Harus ada skenario dan strategi konkret untuk mengumpulkan pendapatan," tegas Kanisius.

Bupati menginstruksikan pemetaan kontribusi tiap OPD terhadap pendapatan daerah guna menggali potensi penerimaan yang belum tergarap. Selain itu, pemerintah kecamatan diminta aktif membantu penagihan retribusi pasar untuk memperkuat PAD.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/hut-ke-81-ri-bupati-kanis-ajak-masyarakat-perkuat-persatuan-dan-kerja-nyata-untuk-kemajuan-lembata

Pengawasan Ketat Dana Transfer

Kanisius juga memberikan atensi khusus pada pengawasan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan DAU Specific Grant. Pimpinan OPD diperintahkan melakukan pemantauan (tracking) berkala agar pemenuhan syarat administrasi serta teknis tidak terkendala.

"Anggaran harus terus di-tracking. Berikan perhatian khusus agar tidak terjadi kekeliruan maupun pelanggaran dalam pelaksanaannya," lanjutnya.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/dorong-produktivitas-sawah-bupati-lembata-tinjau-irigasi-waikomo

Ia mengingatkan agar kegagalan penyaluran dana transfer pada tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali akibat kelalaian administrasi.

Di akhir arahannya, Bupati menekankan pentingnya transparansi, kehati-hatian, serta komunikasi yang harmonis antarstaf di lingkungan Pemkab Lembata agar evaluasi APBD ini menghasilkan langkah nyata menuju tata kelola keuangan yang akuntabel.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/paskibra-banitobo-panjat-tiang-bendera-selamatkan-sang-merah-putih

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapo Bali, Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Apolonaris Mayan, Asisten III Administrasi Umum Yohanes Berchamans Daniel Dai, serta 39 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Lembata. (Prokompim /Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan