Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Teror Rompon di Lembata: Nelayan Resah, Pelaku Belum Terungkap

Untuk diketahui, aksi gelap itu sering terjadi jika nelayan yang memiliki tangkapan bagus pasti akan dilenyapkan rompong miliknya.

Admin
Sabtu, 18 April 2026 | 11:10:47 WIB
Dok. Pojoknesia (PM)

Lembata, Pojoknesia.com - Kasus pemotongan Rompong Nelayan desa Balauring, kecamatan Omesuri, kabupaten Lembata sudah sangat meresahkan. Para nelayan berharap agar APH bisa meringkus pelaku dan memberikan hukuman yang menimbulkan efek jerah.

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak bermoral tersebut

Kejadian ini terus berulang, banyak sudah Rompong Nelayan hanyut karena dipotonh tali pelampungnya

Ada yang menduga, ini karena persaingan, ada juga yang merasa ada ketidaksenangan antar nelayan, namun ada yang berpikir karena arus dan gelombang.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/hadiri-festival-lamaholot-bupati-lembata-komitmen-jaga-budaya-dan-dorong-transformasi-ekonomi

Sejumlah nelayan pemilik rompon, resah yang bisa memicu konflik sosial yang serius. Namun demikian para nelayan ingin suatu ketika ada bukti, dan saksi tentang siapa pelaku atau otak dibalik kejadian ini.

MM (Nelayan) salah satu pemilik rompong yang juga menjadi korban mengakui bahwa kerap kali perbuatan oknum sering menjadi korban.

"Jumlahnya ada 21 (laut bagian timur dari dolu wairiang), 11 di laut bagian barat tanjung baja ke lewotolok jumlah total 32 rompong ikan. Kerugian mencapai kurang lebih 200 juta rupiah, " terang MM (Nelayan).

Menurut MM, Ada motif kecemburuan sosial yang tidak mau disaiangi oleh para Nelayan lainnya dan mau berkuasa sendiri.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/merajut-kasih-di-wailolong-paskah-dan-halal-bihalal-pererat-persaudaraan-lintas-iman

"Ia bahkan mengatakan lebih lanjut, Laut ini miliknya dari barat sampai ke timur. Naif rasanya jika pernyataan ini seperti dirinya adalah seorang penguasa hebat di Lembata, " imbuh MM.

Lanjut MM, Semua Nelayan mengalami nasib yang sama. Setiap kali dapat tangkapan atau hasil  ikan banyak di satu rompong, maka tidak butuh waktu lama rompong itu akan di hilang atau dipotong oleh oknum bejat tak berhati nurani itu.

Kejadian ini terjadi sejak tahun 2010, Saya pernah mengadu ke polsek Balauring namun dikatakan oleh pihak yang berwajib harus ada bukti. Sehingga kasus ini bisa di bongkar oleh polisi.

Saya tersakiti atas perbuatan kejam yang dilakukan oleh oknum, bagaimana kondisi keluarga saya untuk menerima kejadian ini. Jika air mata ini dapat menjawab rasa gunda gulana maka hanya langit dan bumi yang menjadi saksi atas kisah ini.

Lebih jauh MM mengatakan di sisi lain ada perbuatan yang kejih yang dilakukan sala satu palaku yang mengakui perbuatannya yang pernah memotong rompon milik MM.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/keluarga-tak-puas-minta-autopsi-ungkap-kematian-kades-laranwutun

Informasi yang beredar bahwa oknum yang melakukan aksi tak bermoral tersebut telah melenyapkan rompon milik Nalayan Desa Balauring Kecamatan Omesuri.

Dikisahkan, Nelayan yang ada di Desa Balauring semuanya memiliki hutang di Bank karena untuk menopang hidup dan harus berjuang keras. Namun faktanya semua rompon yang ada hilang atau di potong oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Anak kandung saya kredit uang di Bank 50 juta untuk beli 7 rompon dan baru berjalan sekitar 2 bulan, ternyata raib di tangan pelaku yang tak bermoral itu, " kata MM penuh kesal.

Saya berharap, dalam dugaan, pelaku yang memberikan perintah kepada anak buahnya untuk melakukan tindakan kejahatan itu harus di penjarakan oleh pihak yang berwajib.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/asdp-tak-mampu-yakinkan-kapten-upaya-6-bulan-pemda-lembata-sia-sia

"Kita minta polisi dapat ungkap tabir gelap yang selalu memutus mata rantai nasib kami para nelayan di Desa Balauring, kemerdekaan dan hak hidup dalam menghidupi keluarga menjadi suram, lalu bagaimana, biaya pendidikan anak anak kami kedepannya," imbuhnya penuh harap.

Untuk diketahui, aksi gelap itu sering terjadi jika nelayan yang memiliki tangkapan bagus pasti akan dilenyapkan rompong miliknya.

Ia mengakui, selain dirinya masih terlalu banyak korban yang mengalami nasib yang sama. Ini kerja biadap dan harus di bongkar secara terang benderang. (RG) ***



Bagikan

NELAYAN LAINNYA

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan