Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


PT Prime Timor Tinjau Bukit Hog, Dorong Ekspor Daging Babi Organik ke Timor Leste

Peninjauan ini merupakan kelanjutan dari kunjungan awal yang dilakukan pada awal Januari 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah bersama pihak swasta untuk memastikan kesiapan lokasi, potensi pengembangan peternakan, serta pemenuhan standar perdagangan lintas negara.

Admin
Rabu, 28 Januari 2026 | 15:11:15 WIB
Dok. Prokopim Setda Lembata

Lewoleba, Pojoknesia.com — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., bersama manajemen PT Prime Timor melakukan peninjauan langsung ke Bukit Hog sebagai bagian dari upaya mendukung rencana ekspor daging babi organik dari Kabupaten Lembata ke Timor Leste.

Peninjauan ini merupakan kelanjutan dari kunjungan awal yang dilakukan pada awal Januari 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah bersama pihak swasta untuk memastikan kesiapan lokasi, potensi pengembangan peternakan, serta pemenuhan standar perdagangan lintas negara.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lembata menegaskan bahwa pengembangan peternakan babi diarahkan sebagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya peternak lokal. Menurutnya, ekspor ternak babi ke Timor Leste merupakan peluang strategis yang tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga memperkuat kerja sama ekonomi regional.

“Pemerintah daerah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan ternak berjalan sesuai standar. Ini penting agar produk yang dihasilkan berkualitas dan layak ekspor,” tegas Bupati Kanis, Rabu (28/1/26) Ketika berdiskusi dengan tim PT. Prime Timor.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata telah membangun 60 unit kandang menggunakan anggaran APBD II, yang dilengkapi dengan kandang karantina, pos penjagaan, serta fasilitas pendukung lainnya. Secara teknis, kandang-kandang tersebut dibangun dengan ukuran standar 160 x 70 sentimeter.

Setiap ternak yang dibeli dari masyarakat diwajibkan melalui masa karantina selama 14 hari sebelum dimasukkan ke kandang utama.“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesehatan ternak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan PT Prime Timor menilai Bukit Hog memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pendukung rantai pasok ternak, baik dari sisi lokasi maupun aksesibilitas. Peninjauan ini sekaligus menjadi dasar penyusunan konsep kerja sama yang lebih komprehensif dengan pihak Timor Leste.

Sebagai tindak lanjut, direncanakan kunjungan lanjutan pada Februari 2026, yang akan melibatkan Badan Karantina Timor Leste. Agenda utama kunjungan tersebut adalah melakukan peninjauan manajemen pembibitan dan pengelolaan kandang Bukit Hog agar memenuhi standar sertifikasi sesuai ketentuan badan karantina.

Selain itu, akan digelar pertemuan resmi lanjutan untuk mematangkan konsep kerja sama, yang selanjutnya ditindaklanjuti melalui koordinasi intensif dengan tim legal dari kedua belah pihak.

Pemerintah Kabupaten Lembata berharap rencana ini dapat segera terealisasi dan menjadi tonggak baru pengembangan sektor peternakan, peningkatan kesejahteraan peternak, serta penguatan posisi Lembata sebagai daerah penyangga ekspor di kawasan Nusa Tenggara Timur. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan