Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Jambore SEKAMI 2026: Lembata Jadi Barometer Benih Misioner

Lembata adalah barometer kegiatan Gereja, sementara dekenat lain adalah termometernya. Lembata selalu memberikan inspirasi baru.

Admin
Selasa, 28 April 2026 | 09:35:53 WIB
Dok. Komsos Paroki Pada

Lembata, Pojoknesia.com – Langit di atas Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, mendadak pekat. Hujan turun menderu saat rangkaian Jambore Anak dan Remaja Misioner (Sekami) Dekenat Lembata memasuki babak akhir, Minggu (26/4/26).

Namun, di lapangan sepak bola Desa Pada, seribu lebih anak dari 19 paroki tak bergeming. Di bawah guyuran air hujan, mereka menutup simpul tiga hari pencarian jati diri spiritual dengan satu komitmen: menjadi 'misionaris cilik' di tanah Lomblen.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/jambore-misioner-lembata-anak-dan-remaja-jadi-harapan-gereja

Perhelatan yang digelar sejak 24 April ini bukan sekadar ajang kumpul rutin. Mengusung tema 'One in Christ, United in Mission,' jambore ini menjadi eksperimen sosial sekaligus teologis Gereja Katolik di Lembata untuk menjawab tantangan zaman bagi Generasi Alpha.

Sinyal dari Mimbar Ekaristi

Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, yang memimpin perayaan Ekaristi penutup, memberikan pesan yang menohok sekaligus apresiatif.

Dalam sambutannya, ia menyebut Lembata bukan sekadar wilayah administratif gerejawi.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/hujan-tak-halangi-kekhidmatan-penutupan-jambore-remaja-misioner-di-lembata

“Lembata adalah barometer kegiatan Gereja, sementara dekenat lain adalah termometernya. Lembata selalu memberikan inspirasi baru,” ujar Mgr. Hans Monteiro di hadapan ribuan umat.

Pernyataan Uskup bukan tanpa alasan. Di tengah tren sekularisme digital yang mulai menggerus perhatian remaja di pelosok NTT, Dekenat Lembata justru berhasil memobilisasi seribu anak untuk masuk ke dalam 'karantina' iman selama tiga hari. 

Di sana, mereka tidak hanya diajak berdoa, tetapi juga melakukan aksi nyata, mengumpulkan derma untuk seminaris hingga aksi kebersihan lingkungan.

Visi 'Taan Tou' dan Kolaborasi Sipil

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, yang hadir bersama Ketua TP PKK Ny. Ursula Surat Bayo, menangkap sinyal ini sebagai benteng karakter. 

Baca Juga; https://pojoknesia.com/resmi-beroperasi-labkesmas-di-lembata-dihadapkan-dengan-virus-dan-bakteri

Dalam sambutannya, Bupati Kanis Tuaq menyoroti kerentanan anak-anak terhadap perubahan nilai sosial dan teknologi.

“Jika kita tidak hadir membimbing mereka, mereka akan mencari arah sendiri yang belum tentu sesuai nilai kita,” kata Bupati Kanis. 

Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah dalam mendukung Jambore Sekami adalah bentuk investasi sumber daya manusia. 

Baca Juga; https://pojoknesia.com/pemkab-lembata-integrasikan-fungsi-keuangan-demi-efisiensi-dan-pad

Spirit Taan Tou (bersatu padu) yang digaungkan Uskup Monteiro, menurut Bupati Kanis Tuaq, harus diterjemahkan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak.

Apresiasi khusus juga dialamatkan kepada Paroki St. Fransiskus de Sales Pada. Sebagai paroki 'bungsu' yang baru berusia tujuh tahun dengan jumlah umat hanya sekitar 2 ribu jiwa, keberhasilan mereka menjadi tuan rumah bagi ribuan peserta dipuji sebagai manifestasi kemandirian umat yang luar biasa.

Dominasi Lamahora dan Obor Panggilan

Di balik khidmatnya liturgi, jambore ini juga menjadi panggung kreativitas. Berbagai kompetisi digelar, mulai dari paduan suara hingga lomba mewarnai. Hasilnya, Paroki Lamahora tampil dominan dengan menyabet gelar juara pertama di seluruh kategori perlombaan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/harga-dijamin-skema-baru-selamatkan-petani-jagung-di-lembata

Namun, momen paling krusial terjadi pada Jumat malam, 24 April. Di tengah kegelapan, ritual pembakaran 'Obor Panggilan' dilaksanakan. Para peserta diajak mendengarkan kesaksian hidup bakti dari para imam, suster, dan frater. 

Ritual ini adalah upaya gereja melakukan regenerasi di tengah krisis panggilan yang mulai melanda dunia Barat, sebuah upaya untuk memastikan 'ladang Tuhan' di NTT tetap memiliki pekerja di masa depan.

Resonansi 2D2K

Jambore ini berakhir dengan seruan semangat 2D2K: Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian. Semboyan Serikat Kepausan Anak Misioner ini diharapkan tidak berhenti di lapangan Desa Pada.

“Jangan biarkan api semangat ini padam. Bawa pulang, nyalakan di kampung, di sekolah, dan di lingkungan masing-masing,” pesan Bupati Kanis Tuaq sebelum meninggalkan lokasi.

Meski acara telah usai, tantangan sesungguhnya bagi Dekenat Lembata baru dimulai, memastikan seribu lebih anak ini benar-benar menjadi 'garam dan terang' di tengah gempuran arus informasi, bukan sekadar menjadi peserta seremonial tahunan. (Prokompim/Kominfo Lembata)


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Lembata Lantik Yohakim Dasion Jadi Kades PAW Lamalera A

Selain pelantikan Kades, Ketua TP-PKK Kecamatan Wulandoni pada kesempatan yang sama juga melantik Ketua TP-PKK sekaligu

| Rabu, 09 September 2026
Liga Persebata 2026 Resmi Dimulai, Sportivitas Jadi Sorotan Wabup Nasir

Wabup Nasir menegaskan bahwa sepak bola mengajarkan nilai penting dalam kehidupan, yakni kerja keras, disiplin, sportivi

| Senin, 07 September 2026
Pimpin Rapat Evaluasi APBD 2026, Bupati Kanis: OPD Jangan Fokus Menghabiskan Anggaran

Rapat evaluasi ini guna memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, disiplin, dan tepat sasaran.

| Jumat, 04 September 2026
Lembata Bidik Investasi Jambu Mete, Bupati Kanis Genjot Peremajaan 2 Ribu Hektar

Selain pengembangan jambu mete, Pemerintah Kabupaten Lembata juga terus mendorong program strategis pertanian melalui pe

| Senin, 31 Agustus 2026
Bupati Lembata Lantik Kepsek dan Guru, Ingatkan Pentingnya Dedikasi

Secara keseluruhan 90 kepala sekolah menerima SK sebagai bagian dari penataan, terdiri dari jenjang PAUD 14 orang, SD 62

| Sabtu, 29 Agustus 2026
Dorong Kemandirian Pakan Ternak, Bupati Lembata Libatkan Bank NTT

Bupati Kanis menjadikan momen pertemuan itu sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor antara pemerin

| Jumat, 28 Agustus 2026
Hadapi Ancaman Kekeringan, Bupati Lembata Resmikan Sumur Bor

Kehadiran fasilitas sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsi

| Jumat, 28 Agustus 2026
Pemkab Lembata Gandeng Bank NTT, Hadirkan Layanan Publik Terpadu Satu Atap

Penandatanganan yang berlangsung di Aula Mal Pelayanan Publik Kabupaten Lembata itu dilakukan langsung oleh Bupati Lemba

| Kamis, 06 Agustus 2026
Kedang Didorong Jadi Destinasi Baru, Bupati Lembata Serahkan Bantuan Nelayan dan Pangan

Bantuan mesin disalurkan kepada kelompok nelayan tiga desa, yakni Kalikur, Mampir, dan Tobotani, yang merupakan aspiras

| Kamis, 27 Agustus 2026
Bank NTT Hadir di Wulandoni, Dorong Kawasan Selatan Lembata Jadi Sentra Ekonomi Baru

Keberadaan pelabuhan perintis telah membuka ruang ekonomi yang lebih luas. Namun, konektivitas tersebut perlu diperkuat

| Selasa, 25 Agustus 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan