Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak

Terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan khusus anak, yang melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait.

Admin
Jumat, 19 Juni 2026 | 13:18:55 WIB
Dok. Kominfo Lembata

Lembata, Pojoknesia.com – Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) menyelenggarakan kegiatan talk show bertema 'Kabupaten Layak Anak: Bersama Melindungi, Bersama Menginspirasi', Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Anton Enga Tifaona, Kantor Bupati Lembata, serta disiarkan secara langsung melalui live streaming kanal YouTube resmi Dinas Kominfo Kabupaten Lembata.

Talk show ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lembata Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA), sebagai komitmen memperkuat sistem perlindungan dan pemenuhan hak anak di daerah.

Baca Juga: https://pojoknesia.com/kendaraan-tunggak-pajak-masih-ditemukan-di-spbu-waijarang

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapo Bali, Ketua BAPPEMPERDA Kabupaten Lembata Gaspar Sio Apelaby, Kepala Dinas P2PA Kabupaten Lembata Maria Anastasia Bara Baje, serta Kabag Hukum Setda Kabupaten Lembata Daniel Surya.

Dalam sambutan Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, ditegaskan bahwa penetapan Perda Nomor 2 Tahun 2026 merupakan langkah strategis daerah dalam mendukung agenda nasional menuju Indonesia Layak Anak, sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan perlindungan anak secara nasional.

Sekda Paskalis Ola Tapo Bali menekankan bahwa implementasi Perda ini membutuhkan konsolidasi lintas sektor agar seluruh pemangku kepentingan dapat menerjemahkan regulasi tersebut ke dalam program kerja yang konkret dan berkelanjutan.

Baca Juga: https://pojoknesia.com/kabar-gembira-pemkab-lembata-buka-trayek-surabaya-lewoleba-pelayaran-perdana-tepat-di-hut-ke-27-lembata

“Unsur-unsur terkait dalam pentahelix harus mampu menerjemahkan seluruh program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan anak dan pemenuhan hak anak sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” ujar Sekda dalam paparannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya integrasi dan harmonisasi kebijakan antar-OPD agar pelaksanaan Kabupaten Layak Anak dapat berjalan optimal dan terarah. 

Menurutnya, terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan khusus anak, yang melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait.

Sekda juga menyoroti pentingnya perluasan partisipasi peserta dalam kegiatan sosialisasi agar pemahaman terhadap substansi Perda dapat menjangkau seluruh pemangku kepentingan secara lebih luas.

Baca Juga: https://pojoknesia.com/pemkab-lembata-kembali-raih-opini-wtp-untuk-keenam-kalinya

Sementara itu, dalam sesi diskusi, para narasumber membahas secara mendalam berbagai aspek penting dalam Perda tersebut, mulai dari tanggung jawab pemerintah daerah, peran masyarakat, hingga mekanisme perlindungan anak yang komprehensif guna menjamin terpenuhinya hak-hak anak secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Lembata berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. 

Sosialisasi Perda Nomor 2 Tahun 2026 diharapkan menjadi landasan kuat dalam mempercepat terwujudnya Kabupaten Lembata sebagai Kabupaten Layak Anak yang melindungi sekaligus menginspirasi generasi masa depan.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, sejumlah Kepala OPD terkait, KADIN Lembata, perwakilan sekolah SD-SMP, Duta Anak, NGO, serta perwakilan Forum Jurnalis Lembata. (Prokompi/Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Kinerja Gemilang Tiga OPD Dongkrak PAD Lembata Hingga Rp17 Miliar

Di sisi lain, secara agregat total pendapatan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

| Jumat, 03 Juli 2026
Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot

Nilai tinggi dari kain tenun ini bukan semata-mata karena harganya, melainkan karena proses pembuatan yang sangat panjan

| Kamis, 02 Juli 2026
Bupati dan Wakil Bupati Lembata Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden menegaskan bahwa seluruh pengabdian Polri harus

| Rabu, 01 Juli 2026
Aksi Nyata Bupati Lembata: Ikut Angkut Batu Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 pada Revitalisa

| Selasa, 30 Juni 2026
Operasi Besar Disiapkan Bupati-Wabup Lembata, Dugaan Bisnis Ilegal BBM Subsidi Jadi Target

Padahal kuota BBM subsidi yang disalurkan ke Lembata disebut sudah sesuai pengajuan daerah. Namun antrean panjang dan ke

| Senin, 29 Juni 2026
Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Penyampaian laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab eksekutif kepada legislatif dan masyarakat luas atas pengelolaa

| Senin, 29 Juni 2026
Festival Lamaholot 2026 Siap Guncang Lembata, Empat Hari Perayaan Budaya Menuju Panggung Dunia

Festival ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran UMKM dan tenun ikat, karnaval budaya, pertunjukan seni etn

| Senin, 29 Juni 2026
Bupati Kanis: Menjadi Pengelola Bank Sampah adalah Pekerjaan Mulia

Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisi

| Sabtu, 20 Juni 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan