Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bupati Kanis: Menjadi Pengelola Bank Sampah adalah Pekerjaan Mulia

Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisik maupun batin.

Admin
Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:22:08 WIB
Dok. Prokompim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menyampaikan apresiasi yang mendalam dan pujian setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus serta anggota Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo. 

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Misa Syukur dan Pemberkatan alat kerja yang berlangsung di Sekretariat Bank Sampah Waikomo, Kelurahan Lewoleba Barat, Jumat (19/6/2026).

Dalam sapaannya, Bupati Kanis Tuaq mengungkapkan keinginannya untuk memiliki semangat kerja yang sama seperti para petugas kebersihan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/pemkab-lembata-kembali-raih-opini-wtp-untuk-keenam-kalinya

"Saya pingin menjadi orang kotor, pingin bekerja seperti bank sampah ini, karena dari yang kotor menghasilkan kota yang bersih, hati yang bersih," ujar Bupati Kanis Tuaq.

Menurut Bupati, pekerjaan mengelola sampah bukanlah pekerjaan rendahan, melainkan tugas yang sangat mulia karena mampu mengubah kondisi lingkungan menjadi lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat. 

Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisik maupun batin.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/kabar-gembira-pemkab-lembata-buka-trayek-surabaya-lewoleba-pelayaran-perdana-tepat-di-hut-ke-27-lembata

"Harus riang gembira, senyum. Orang bank sampah harus mengambil format ini menjadi pekerja-pekerja yang luar biasa," tegasnya.

Perayaan Ekaristi pada kesempatan tersebut dipimpin langsung oleh Pastor Rumah Soferdy Waikomo, Pater Frans So. Dalam homilinya, Pater Frans So menekankan bahwa pekerjaan membersihkan lingkungan adalah bentuk nyata dari pelayanan dan pengabdian seperti yang dicontohkan Yesus Kristus. 

"Suatu hal yang luar biasa, kelompok sukarelawan ini mau melayani seperti Kristus melayani, menyelamatkan lingkungan hidup dan lingkungan masyarakat," kata Pater Frans So.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/pemkab-lembata-gelar-talk-show-sosialisasikan-perda-kabupaten-layak-anak

Saat ini, Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo telah memiliki 52 anggota yang beroperasi mulai pukul 03.00 dini hari. 

Dengan mengandalkan 8 unit bentor, mereka bekerja keras menyusuri gang-gang sempit di tujuh kelurahan kota Lewoleba untuk mengumpulkan sampah plastik dan barang rongsokan.

Sejak diresmikan operasionalnya oleh Bupati pada Agustus 2025, lembaga ini telah melebarkan sayapnya ke tiga kecamatan, dengan target ekspansi hingga ke seluruh kecamatan di Kabupaten Lembata.

Merespons permohonan dukungan anggaran, penguatan armada dan skema kerjasama yang melibatkan OMK di tiap lingkungan, yang disampaikan Pembina yang juga Anggotá DPRD, David Blasius Huglole Koban atau Capten Vigis, Bupati menyatakan dukungan dan akan memperhatikannya dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung program positif ini.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/kabar-gembira-pemkab-lembata-buka-trayek-surabaya-lewoleba-pelayaran-perdana-tepat-di-hut-ke-27-lembata

"Selama matahari masih terbit di ufuk timur, kita tetap selalu bersama. Nelayan jaga di laut, petani menjaga tanahnya, peternak menjaga ternaknya sendiri, dan Cahaya Agate Waikomo menjadi matahari yang terus bersinar," pungkas Bupati.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Lurah Lewoleba Barat, serta seluruh jajaran pengurus dan anggota Bank Sampah. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Festival Lamaholot 2026 Siap Guncang Lembata, Empat Hari Perayaan Budaya Menuju Panggung Dunia

Festival ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran UMKM dan tenun ikat, karnaval budaya, pertunjukan seni etni

| Senin, 29 Juni 2026
Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak

Terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan kh

| Jumat, 19 Juni 2026
Pemkab Lembata Kembali Raih Opini WTP Untuk Keenam Kalinya

BPK RI sebagai auditor eksternal pemerintah telah menilai dan memberikan opini wajar tanpa pengecualian terhadap informa

| Rabu, 10 Juni 2026
Desa Laranwutun Resmi Dipimpin Penjabat Baru, Bupati Harap Pelayanan Warga Meningkat

Pemerintah desa merupakan garda terdepan penyelenggaraan pemerintahan karena berhadapan langsung dengan kebutuhan dan pe

| Jumat, 05 Juni 2026
E-Kusuka di Lembata Bisa Jadi ATM hingga Akses Pinjaman

Program dari Kementerian Perikanan dan Kelautan RI ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas resmi, tetapi juga memil

| Senin, 01 Juni 2026
Sapi Kurban Presiden hingga Pemkab Lembata Mulai Didistribusikan ke Masjid

Bantuan yang berasal dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Gubernur Nusa Tenggara Timur, dan Pemerintah

| Jumat, 22 Mei 2026
HIDUP CUP U-15 Resmi Bergulir, Lembata Bidik Talenta Muda Menuju Soeratin Cup

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung strategis pembinaan generasi muda yang diharapkan mampu melahir

| Jumat, 22 Mei 2026
Bupati Tekankan Solidaritas, Wakil Angkat Rehumanisasi Kehidupan Idul Adha di Waowala

Pesan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah menghendaki nilai agama hadir dalam praktik kehidupan seha

| Kamis, 28 Mei 2026
Pengembangan Jagung Industri LKARI Jadi Harapan Baru Pertanian Lembata

Sebagai wujud nyata dukungan, Pemerintah Kabupaten Lembata bersedia menyediakan lahan seluas kurang lebih 10 hektar di

| Selasa, 26 Mei 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan