Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Jeritan Hati Ibu Hamil di Lembata Tuk Kemenkes

Bupati Kanisius Tuaq mengungkapkan "jeritan hati" para ibu hamil dan bayi balita di Lembata. Sebagai kabupaten satu pulau, akses layanan kesehatan menjadi tantangan besar.

Paul Moruk
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:36:55 WIB
Suasana Dialog Bersama Kemenkes, (Dok.Humas Pemda Lembata)

Kupang – Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi momentum penting bagi Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, untuk menyampaikan permasalahan kesehatan di daerahnya.

Dalam dialog bersama seluruh kepala daerah se-Provinsi NTT di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Kupang, pada Sabtu (15/3), Bupati Kanisius Tuaq mendapat kesempatan pertama untuk berbicara dan tak menyia-nyiakannya.

Bupati Kanisius Tuaq mengungkapkan "jeritan hati" para ibu hamil dan bayi balita di Lembata. Sebagai kabupaten satu pulau, akses layanan kesehatan menjadi tantangan besar. Ia menjelaskan bahwa ibu hamil di desa-desa sering kali merasa takut melahirkan di desa mereka karena keterbatasan fasilitas kesehatan. 

Sementara itu, rujukan ke luar daerah menjadi kendala besar karena terbatasnya transportasi dan biaya yang sangat tinggi. Fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang memadai di Lembata juga masih belum lengkap.

"Kesulitan rujukan bagi ibu hamil dan bayi balita di Lembata menjadi problem serius yang harus segera diatasi," ungkap Bupati Kanisius Tuaq. Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap permasalahan ini dan segera mencari solusi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan komitmennya untuk mengatasi masalah rujukan. 

"Kita ingin menghindari rujukan karena biayanya sangat besar. Kita akan berupaya agar layanan kesehatan yang memadai dapat diakses di daerah sendiri," tegas Menteri Kesehatan.

Pernyataan Menteri Kesehatan ini memberikan secercah harapan bagi masyarakat Lembata. Permasalahan akses layanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil dan bayi balita, kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Ke depan, diharapkan akan ada solusi konkret untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Lembata dan daerah-daerah kepulauan lainnya di Indonesia.

Kunjungan kerja Menteri Kesehatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Sehat. ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Boxing Camp Jadi Ruang Baru Generasi Muda Lembata Meniti Karier Tinju

Pemerintah daerah mengapresiasi langkah Willem Lojor membangun pusat pembinaan tinju yang tidak hanya diarahkan untuk me

| Selasa, 15 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan