Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Dongkrak Produksi Petani, Pemerintah Lembata Bantuan Alsintan

Menurut dia, hand traktor yang diterima kelompoknya secara signifikan mempercepat proses pengolahan lahan dan menekan biaya produksi

Admin
Jumat, 09 Januari 2026 | 10:01:40 WIB
Dok. Prokopim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com - Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit hand traktor dari Pemerintah Kabupaten Lembata pada 2025, terbukti berdampak langsung pada peningkatan produksi padi petani di wilayah lahan basah Waikomo.

Produksi padi salah seorang Kelompok Tani Sawah Belangor meningkat dari rata-rata 2 ton menjadi 2,5 ton dalam sekali panen.

Peningkatan tersebut disampaikan Ketua Kelompok Tani Belangor, Dominikus Emi Lampo, saat ditemui di lokasi persawahan Waikomo, Rabu (7/1/2026). 

Menurut dia, hand traktor yang diterima kelompoknya secara signifikan mempercepat proses pengolahan lahan dan menekan biaya produksi.

“Sebelumnya, tanpa alat, membajak sawah bisa memakan waktu tiga hingga empat hari. Sekarang, dengan hand traktor, lahan siap tanam hanya dalam hitungan jam. Lebih cepat, hemat tenaga, dan jauh lebih efisien,” kata Dominikus.

Dominikus mengelola lahan sawah seluas sekitar 5,4 hektar. Dari luasan tersebut, ia mampu menghasilkan panen padi sebanyak 2,5 ton per musim tanam. 

Varietas padi yang ditanam saat ini adalah Padi Pertiwi. Ia menilai peningkatan hasil panen tersebut tidak terlepas dari kehadiran alsintan bantuan pemerintah daerah.

Selain berdampak pada produktivitas, bantuan hand traktor juga menurunkan biaya operasional pengolahan lahan. Jika sebelumnya biaya pengolahan tanah mencapai sekitar Rp1 juta per musim tanam, kini dapat ditekan hingga sekitar Rp600 ribu. 

Efisiensi waktu olah tanah juga memungkinkan petani menanam lebih cepat, sehingga berpengaruh pada hasil panen secara keseluruhan.

Dominikus menjelaskan, hasil panen padi tersebut sebagian digunakan untuk konsumsi keluarga dan sebagian lainnya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal. 

Ke depan, Kelompok Tani Belangor menargetkan dapat melakukan tiga kali panen dalam setahun, sejalan dengan program Bupati Lembata, satu tahun tiga kali tanam.

Saat ini, petani di persawahan Waikomo umumnya baru mampu menanam padi dua kali dalam setahun. 

Menurut Dominikus, target tiga kali tanam baru dapat tercapai apabila ditunjang perbaikan sistem irigasi serta adanya kesepakatan antara pengurus Perhimpunan Petani Pemakai Air (P3A) dan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam pengaturan jadwal distribusi air.

Kelompok Tani Belangor sendiri memiliki 30 anggota, dengan 16 orang di antaranya masih aktif mengelola lahan. Atas nama kelompok, Dominikus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, khususnya Bupati P. Kanisius Tuaq, atas bantuan alsintan tersebut.

“Bantuan ini sangat membantu kami. Produksi meningkat dan kerja menjadi lebih ringan. Kami berharap ke depan pemerintah tetap memperhatikan kebutuhan petani, terutama ketersediaan pupuk dan benih padi varietas unggul,” ungkap Dominikus.

Meski mengalami peningkatan, Dominikus mengakui produktivitas padi sebesar 2,5 ton per musim tanam tersebut masih jauh dari potensi ideal.

Menurut dia, bantuan alsintan baru menjawab persoalan pengolahan lahan, sementara kebutuhan benih masih sepenuhnya dipenuhi secara swadaya oleh petani dengan varietas lokal. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor pembatas peningkatan hasil panen secara signifikan.

Karena itu, Dominikus mendorong Pemerintah Kabupaten Lembata untuk mulai memikirkan pengembangan penangkaran benih padi di tingkat daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin ketersediaan benih unggul yang terjangkau dan sesuai dengan kondisi agroekologi setempat. 

“Kalau benihnya sudah unggul dan tersedia, produktivitas petani pasti bisa lebih ditingkatkan,” ujarnya.

Ia menilai, penguatan sektor perbenihan akan menjadi faktor kunci dalam menyukseskan program prioritas unggulan Nelayan Tani Ternak (NTT) yang saat ini gencar dicanangkan Pemerintah Kabupaten Lembata. 

Dengan dukungan alsintan, irigasi yang memadai, serta benih unggul yang terjamin, target peningkatan produksi dan intensitas tanam petani diyakini akan lebih mudah tercapai. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan