Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Antrean BBM di Lembata Mulai Terurai

Sebelumnya antrean kendaraan untuk pengisian BBM kerap membludak hingga memakan sebagian badan jalan dan menyebabkan kemacetan, kini kondisi tersebut mulai berangsur tertib dan terkendali.

Admin
Senin, 18 Mei 2026 | 13:50:30 WIB
Dok. Pojoknesia (PM)

Lembata, Pojoknesia.com - Antrian kendaraan di dua SPBU di Kabupaten Lembata, yakni SPBU Waijarang dan SPBU Tanah Merah, mulai menunjukkan perubahan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya antrean kendaraan untuk pengisian BBM kerap membludak hingga memakan sebagian badan jalan dan menyebabkan kemacetan, kini kondisi tersebut mulai berangsur tertib dan terkendali.

Perubahan ini tidak terlepas dari penerapan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 13 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Alat Berat yang ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Lembata melalui pembentukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Penertiban Penggunaan BBM Subsidi.

Baca Juga; https://www.pojoknesia.com/bupati-kanis-pimpin-apel-hardiknas-pendidikan-adalah-fondasi-pembangunan-daerah

Tim Satgas yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait ditempatkan langsung di titik-titik pengisian BBM untuk melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melakukan pengisian, termasuk pemeriksaan kelengkapan administrasi kendaraan.

Kebijakan tersebut membawa dampak positif terhadap distribusi BBM di Lembata. Penyaluran BBM kini menjadi lebih terkontrol, antrean panjang mulai berkurang, dan akses masyarakat untuk memperoleh BBM menjadi lebih mudah.

Salah seorang warga, Jumaidin Uak, mengaku mendukung penerapan aturan tersebut. Menurut dia, kebijakan itu membantu mengurangi antrean panjang dan kelangkaan BBM yang kerap terjadi di Kabupaten Lembata.

Baca Juga; https://www.pojoknesia.com/genjot-ekonomi-lembata-pasok-ikan-dan-porang-ke-surabaya

“Sekarang kami mau mengisi BBM tinggal masuk ke SPBU tanpa harus menunggu antrean berjam-jam. Bahkan sebelumnya sering tidak kebagian BBM,” ujarnya kepada media ini, Sabtu (16/5/2026).

Ia berharap penertiban tersebut dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya dalam waktu singkat. Menurutnya, apabila pengawasan dihentikan, antrean panjang dan kelangkaan BBM dikhawatirkan kembali terjadi.

Selain itu, Jumaidin meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap penggunaan barcode BBM subsidi yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM, nelayan, dan petani.

Baca Juga; https://www.pojoknesia.com/kabupaten-lembata-raih-peringkat-i-penurunan-pengangguran-tingkat-nasional

“Banyak barcode milik nelayan, pertanian, maupun pelaku UMKM yang dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak semestinya atau dijadikan bisnis,” katanya.

Di sisi lain, laporan sementara menunjukkan persentase pembayaran pajak kendaraan di Kabupaten Lembata mengalami peningkatan hingga ratusan juta rupiah sejak diberlakukannya Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025.

Peningkatan tersebut terlihat saat razia berlangsung. Sejumlah pemilik kendaraan yang diketahui menunggak pajak secara sadar langsung melakukan pembayaran di loket pelayanan Samsat Lembata yang disiagakan di sekitar area SPBU. ***


Bagikan

Berita Terkini

62 Warga Binaan Lapas Lembata Terima Remisi Kemerdekaan

Kepala Lapas Kelas III Lembata, Antonius Semuki, mengatakan bahwa dari total 78 penghuni lapas, sebanyak 62 orang memenu

| Selasa, 18 Agustus 2026
Penghormatan Terakhir untuk Mantan Pj Bupati, Bupati dan Wabup Lembata Hadir di Rumah Duka

Ia mengungkapkan rasa syukur karena rombongan Pemerintah Kabupaten Lembata dapat tiba di Kota Kupang dan hadir secara la

| Rabu, 19 Agustus 2026
Paskibra Banitobo Panjat Tiang Bendera Selamatkan Sang Merah Putih

Insiden itu menyebabkan bendera Merah Putih tersangkut di ujung tiang dan tidak dapat diturunkan.

| Selasa, 18 Agustus 2026
Momentum HUT ke-81 RI, PTSL Lembata Terbitkan 2.012 Sertipikat Tanah

Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) Tahun 2026 telah menghasilkan 2.012 sertipikat tanah dari target 2.7

| Selasa, 18 Agustus 2026
HUT ke-81 RI, Bupati Kanis Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kerja Nyata untuk Kemajuan Lembata

Momentum bersejarah tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam melanj

| Selasa, 18 Agustus 2026
Dorong Produktivitas Sawah, Bupati Lembata Tinjau Irigasi Waikomo

Infrastruktur irigasi sepanjang 275 meter tersebut dikerjakan secara swakelola oleh kelompok petani dengan dukungan ang

| Kamis, 13 Agustus 2026
Transformasi Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan

Posyandu adalah garda terdepan. Melalui transformasi layanan primer ini, kita ingin memastikan pelayanan kesehatan tidak

| Jumat, 14 Agustus 2026
Bupati Kanis Kukuhkan 10 Anggota Paskibra Tahun 2026

Momen pengukuhan ditandai dengan penyematan lencana dan kendit kepada Juana Valenza Magang Sauw.

| Sabtu, 15 Agustus 2026
Pemkab Lembata Tepat Waktu Sampaikan KUA-PPAS 2027, Tidak Masuk Daftar Peringatan Kemenkeu

Sebanyak 363 pemerintah daerah tercantum dalam daftar peringatan tersebut, yang terdiri atas pemerintah kabupaten, kota

| Rabu, 05 Agustus 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan