Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Kabar Gembira! Pemkab Lembata Buka Trayek Surabaya - Lewoleba, Pelayaran Perdana Tepat di HUT ke-27 Lembata

Kapal Roro akan membantu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas pertanian, peternakan, dan hasil perikanan dari Lembata.

Admin
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:13:47 WIB
Dok. Istimewa

Lembata, Pojoknesia.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjajaki pembukaan trayek kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro) jarak jauh atau Long Distance Ferry (LDF) yang akan menghubungkan Surabaya, Jawa Timur, dengan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran PT ASDP Indonesia Ferry dan Pemerintah Kabupaten Lembata yang berlangsung di Kuma Resort, Lewoleba, Rabu (10/6/2026).

Pertemuan itu dihadiri Bupati Lembata bersama jajaran pemerintah daerah, Asisten I, II, dan III Sekretariat Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perikanan, serta sejumlah pelaku usaha ekspedisi, termasuk Trans Lembata dan Rusto Ekspedisi.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/pemkab-lembata-kembali-raih-opini-wtp-untuk-keenam-kalinya

Group Head Bisnis Pelayaran Komersial PT ASDP Indonesia Ferry, Rizky Dwianda, mengatakan perusahaan berkomitmen memperluas jaringan layanan pelayaran ke kawasan timur Indonesia, termasuk NTT.

Menurut Rizky, ASDP saat ini tengah mengembangkan lintasan pelayaran jarak jauh dengan basis operasional di Surabaya dan Kupang guna mendukung distribusi logistik serta mobilitas penumpang antardaerah.

"Kami ingin mengetahui kebutuhan para pelaku usaha di Lembata. Potensi daerah ini cukup besar dan kami siap berdiskusi untuk menemukan solusi terbaik. Yang kami butuhkan adalah masukan terkait komoditas unggulan, kebutuhan logistik, dan ekosistem usaha yang ada," kata Rizky.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/desa-laranwutun-resmi-dipimpin-penjabat-baru-bupati-harap-pelayanan-warga-meningkat

Ia menjelaskan, ASDP saat ini mengoperasikan sembilan kapal di wilayah Kupang dengan kapasitas yang bervariasi, mulai dari kapal kecil hingga kapal berkapasitas besar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lintasan.

Menurutnya, kehadiran kapal Roro jarak jauh akan membantu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas pertanian, peternakan, dan hasil perikanan dari Lembata.

Rizky menegaskan, ASDP juga siap melayani lintasan yang belum sepenuhnya menguntungkan secara komersial sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/e-kusuka-di-lembata-bisa-jadi-atm-hingga-akses-pinjaman

"Kami ingin memastikan kapal yang ditempatkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah. Karena itu, kami perlu memahami kondisi pasar dan kebutuhan riil masyarakat maupun pelaku usaha," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lembata menyambut positif rencana pembukaan trayek Surabaya–Lewoleba tersebut. Menurutnya, layanan pelayaran langsung dari Surabaya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya mahasiswa yang menempuh pendidikan di Pulau Jawa, petani, nelayan, dan pelaku usaha.

Ia menegaskan bahwa kehadiran trayek baru harus mampu menghadirkan tarif yang kompetitif dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/pengembangan-jagung-industri-lkari-jadi-harapan-baru-pertanian-lembata

"Kehadiran ASDP harus menjadi solusi untuk menekan biaya transportasi yang selama ini masih relatif tinggi. Sebagai perusahaan milik negara, orientasi pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas," tegasnya.

Bupati Lembata bahkan menargetkan pelayaran perdana rute Surabaya–Lewoleba dapat dilaksanakan pada 12 Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Lembata. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tahapan teknis yang perlu diselesaikan sebelum layanan tersebut resmi beroperasi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjadikan Lembata sebagai titik singgah utama dalam pengembangan trayek tersebut. Bahkan, terbuka peluang pengembangan rute lanjutan yang menghubungkan Surabaya, Lewoleba, Atapupu, hingga Timor Leste.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/antrean-bbm-di-lembata-mulai-terurai

Terkait kesiapan infrastruktur, Bupati meminta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memikirkan peningkatan fasilitas pelabuhan, termasuk pembangunan sarana pendukung dan pembenahan pelabuhan agar aktivitas logistik dan ekspedisi dapat berkembang dengan menjadikan Lembata sebagai basis operasional.

Di akhir pertemuan, Bupati mengajak seluruh pihak mendukung realisasi pembukaan trayek tersebut agar pelayaran perdana dapat terlaksana sesuai target yang telah ditetapkan. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah tetangga, seperti Flores Timur dan Alor, dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di NTT.

"Tujuan utama kita adalah melayani masyarakat dan mempercepat pembangunan agar Lembata tidak tertinggal dari daerah lain," pungkasnya. ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan