Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Gembleng Purna Migran Jadi Petani, Pemkab Lembata Targetkan Penguatan Ekonomi Lokal

Dengan pelatihan ketrampilan yang memadai, para Pekerja Purna migran Indonesia (PMI) diharapkan mampu mengatasi tantangan lahan kering menjadi sumber ekonomi baru Keluarga.

Paul Moruk
Rabu, 03 Desember 2025 | 20:07:00 WIB
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Quintus Irenius Suciadi.

Lembata, Pojoknesia.com - Pemerintah Kabupaten Lembata kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi bagi pahlawan Devisa yang kembali ke tanah air menjadi petani lahan kering yang menjanjikan.

Dengan pelatihan ketrampilan yang memadai, para Pekerja Purna migran Indonesia (PMI) diharapkan mampu mengatasi tantangan lahan kering menjadi sumber ekonomi baru Keluarga. 

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, (3/12/25) ini, dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Quintus Irenius Suciadi, mewakili Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, di Aula Anton Enga Tifaona.

Kehadiran narasumber Prof. Dr. Bernadette Barek Koten dan para purna migran dari berbagai wilayah di Lembata, sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan para pahlawan pencari devisa menjadi penghasil ekonomi lokal bagi keluarga dan daerah.

Dalam sambutan bupati Lembata Kanis Tuaq,  yang dibacakan Asisten I, menegaskan bahwa perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia tidak hanya dilakukan sebelum dan selama bekerja, tetapi juga setelah mereka kembali ke kampung halaman.

Pemerintah daerah, katanya, berkewajiban memberikan pembinaan dan pemberdayaan agar para purna migran mampu mandiri, produktif, dan memiliki keterampilan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelatihan seperti ini merupakan bentuk nyata perlindungan pemerintah bagi para Pekerja purna migran," ujar Bupati.

Lanjutnya, "Keterampilan yang diberikan diharapkan mampu membantu saudara-saudara kembali membangun hidup yang lebih baik dan mandiri di kampung halaman."

Lebih jauh, Bupati juga menyoroti bahwa meskipun lahan kering memiliki tantangan tersendiri, namun menyimpan peluang usaha yang besar jika dikelola dengan pendekatan yang tepat. 

Pemerintah mendorong peserta pelatihan untuk memahami teknik konservasi tanah dan air, pemilihan komoditas unggulan, hingga penerapan teknologi pertanian adaptif dan inovatif.

Pelatihan ini diharapkan memberikan pengetahuan praktis kepada para purna migran mengenai: Teknik pertanian lahan kering, Strategi pengelolaan usaha tani, Peningkatan produktivitas dan pendapatan keluarga, Pemanfaatan potensi lokal di Kabupaten Lembata.

Asisten I juga menyampaikan pesan Bupati agar peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba hal-hal baru. 

Pengolahan lahan kering, kata Bupati, memerlukan ketekunan, kreativitas, dan komitmen untuk terus belajar.

Pemerintah Kabupaten Lembata memastikan dukungan terhadap berbagai inisiatif produktif masyarakat, sejalan dengan program pembangunan daerah, termasuk program prioritas unggulan, Nelayan Tani Ternak (NTT) yang menjadi fokus kerja-kerja Pemkab Lembata saat ini. (Prokompim / Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan