Lembata, Pojoknesia.com — Bupati Kabupaten Lembata, P. Kanisius Tuaq,S.P memimpin apel peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tingkat kabupaten yang digelar di Lapangan Bola Desa Roho, Kecamatan Buyasuri, Sabtu (2/5/26). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Muhammad Nasir, pimpinan dan anggota DPRD, unsur OPD, kepala sekolah, tokoh masyarakat.
Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua Menuju Lembata Berinovasi, Cerdas Digital, dan Berakar Budaya.” Tema tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong inovasi, transformasi digital, dan pelestarian budaya lokal.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/bupati-lembata-lantik-penjabat-kepala-desa-leuwayan-dorong-percepatan-pembangunan
Dalam sambutannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia.
“Hari Pendidikan Nasional menjadi kesempatan penting untuk meneguhkan komitmen membangun SDM yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga pendidik, khususnya guru perempuan dan guru yang bertugas di wilayah terpencil.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/tiga-perda-lembata-jadi-instrumen-kinerja-aparatur-dan-perlindungan-sosial
“Guru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan generasi serta agen perubahan di tengah masyarakat. Pengabdian mereka patut dihormati,” katanya.
Bupati memaparkan capaian sektor pendidikan semester I tahun 2026. Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan mencapai nilai 71,48 dengan predikat Tuntas Pratama, menempatkan Lembata di lima besar dari 22 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sejumlah indikator lain juga menunjukkan peningkatan, di antaranya penurunan angka kekerasan fisik di sekolah, peningkatan efektivitas pencegahan penyalahgunaan narkoba, rokok, dan minuman keras, serta kenaikan kemampuan literasi siswa.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/semangka-demplot-pemantik-berbuah-cuan-perkuat-pasokan-mbg
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lembata menetapkan tiga fokus pembangunan pendidikan, yakni penguatan pendidikan dasar dan PAUD, peningkatan infrastruktur serta digitalisasi sekolah, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan pelantikan 179 guru sebagai kepala sekolah sesuai amanat regulasi terbaru, sebagai bagian dari upaya penyegaran kepemimpinan di lingkungan pendidikan.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/sedimentasi-dan-sampah-picu-banjir-lewoleba-solusi-jangka-panjang-mendesak
Bupati juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Buyasuri memiliki nilai historis baginya. Ia pernah menempuh pendidikan dasar di wilayah tersebut, tepatnya di SDK Leudawan.
Menutup sambutannya, ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung pendidikan.
“Jangan biarkan satu pun mimpi anak Lembata terhenti karena keadaan. Ketika pendidikan maju, harapan akan selalu hidup,” tegasnya.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/jambore-sekami-2026-lembata-jadi-barometer-benih-misioner
Rangkaian kegiatan Hardiknas juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Berbagai lomba tersebut diikuti pelajar, guru, dan masyarakat umum dengan antusias tinggi.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap peringatan Hardiknas tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memotivasi seluruh pihak untuk terus meningkatkan mutu pendidikan demi mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***