Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Gubernur NTT Lakukan Kunjungan Kerja Perdana di Lembata, Bahas Pendidikan dan Deklarasi Koperasi Merah Putih

Gubernur NTT juga mendorong sekolah-sekolah untuk mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis potensi lokal seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Menurutnya, hal ini akan memberi bekal keterampilan bagi siswa dalam menentukan masa depan mereka.

Paul Moruk
Kamis, 17 April 2025 | 07:32:44 WIB
Suasana diskusi Gubernur Melky Laka Lena bersama Kepala Sekolah se-Kabupaten Lembata di Kuma Resort Wijarang.

LEMBATA, Pojoknesia.Com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan kerja (kunker) perdananya di Kabupaten Lembata pada Rabu, 16 April 2025. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kunjungan sebelumnya di Kabupaten Alor.

Kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi antara Gubernur NTT dengan para kepalkepa sekolah SMA/SMK se-Kabupaten Lembata, para Kepala Desa, serta momentum deklarasi Koperasi Merah Putih. Acara digelar di Kuma Resort, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan.

Turut mendampingi Gubernur dalam kunjungan ini, yakni Anggota DPRD Provinsi NTT Yohanes de Rosari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Ambros Kodo, serta Plt. Kepala Dinas PUPR NTT, Banyamin Nahak.

Dalam pertemuan bersama para kepala sekolah dan Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah (Korwas Dikmen), Gubernur Melki Lena menyampaikan sejumlah arahan penting bagi dunia pendidikan di NTT. Ia menekankan pentingnya pembinaan siswa sejak jenjang SMP agar mereka dapat menentukan pilihan jurusan secara tepat saat masuk SMA/SMK, dan selanjutnya saat melanjutkan ke perguruan tinggi.

"Anak-anak harus dipersiapkan sejak SMP agar mereka tahu minat dan bakatnya, sehingga tidak salah memilih jurusan saat SMA atau ketika masuk kampus," ujar Gubernur Lena.

Ia juga mendorong sekolah-sekolah untuk mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis potensi lokal seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Menurutnya, hal ini akan memberi bekal keterampilan bagi siswa dalam menentukan masa depan mereka.

"Ekstrakurikuler sebaiknya langsung turun ke sawah, panen padi, panen jagung, kelola perikanan dan peternakan. Dengan begitu, anak-anak punya pilihan saat tamat sekolah, apakah ingin bekerja atau melanjutkan kuliah," jelasnya.

Selain itu, Gubernur Melki juga menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap anak di NTT. Ia meminta seluruh tenaga pendidik dari jenjang SD hingga SMA untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kita harus wujudkan 0% kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik di NTT secara umum maupun di Lembata secara khusus. Bagaimana anak-anak bisa belajar dengan tenang kalau mereka mengalami kekerasan?" tegasnya.

Sementara itu, Bupati Lembata, Petrus Kanis Tuaq, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur dan rombongan. Ia menilai kehadiran Gubernur merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan.

“Atas nama pribadi dan masyarakat Lembata, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan rombongan. Meski dengan jadwal padat dan rute panjang, beliau tetap menyempatkan diri datang ke Lembata,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kanis juga mengumumkan rencana patroli Polisi Pamong Praja (Pol PP) di jam-jam sekolah untuk menertibkan pelajar yang berkeliaran di luar sekolah.

“Kami akan lakukan patroli, dan jika ditemukan anak-anak sekolah berkeliaran di jalan atau di kost pada jam sekolah, mereka akan ditindak dan dibina. Ini demi kedisiplinan dan masa depan mereka,” tambahnya.

Bupati turut mengimbau kepada para guru dan kepala sekolah untuk terus memberikan edukasi serta motivasi kepada siswa agar fokus dalam menempuh pendidikan. ***




Bagikan

Berita Terkini

Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot

Nilai tinggi dari kain tenun ini bukan semata-mata karena harganya, melainkan karena proses pembuatan yang sangat panjan

| Kamis, 02 Juli 2026
Bupati dan Wakil Bupati Lembata Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden menegaskan bahwa seluruh pengabdian Polri harus

| Rabu, 01 Juli 2026
Aksi Nyata Bupati Lembata: Ikut Angkut Batu Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 pada Revitalisa

| Selasa, 30 Juni 2026
Operasi Besar Disiapkan Bupati-Wabup Lembata, Dugaan Bisnis Ilegal BBM Subsidi Jadi Target

Padahal kuota BBM subsidi yang disalurkan ke Lembata disebut sudah sesuai pengajuan daerah. Namun antrean panjang dan ke

| Senin, 29 Juni 2026
Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Penyampaian laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab eksekutif kepada legislatif dan masyarakat luas atas pengelolaa

| Senin, 29 Juni 2026
Festival Lamaholot 2026 Siap Guncang Lembata, Empat Hari Perayaan Budaya Menuju Panggung Dunia

Festival ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran UMKM dan tenun ikat, karnaval budaya, pertunjukan seni etn

| Senin, 29 Juni 2026
Bupati Kanis: Menjadi Pengelola Bank Sampah adalah Pekerjaan Mulia

Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisi

| Sabtu, 20 Juni 2026
Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak

Terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan kh

| Jumat, 19 Juni 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan