Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Lapas Lembata, Sulap Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan

Perluasan lahan produksi tersebut menjawab program Pemberdayaan dan ketahanan pangan, swasembada pangan serta 13 program akselerasi dari menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Admin
Selasa, 14 Oktober 2025 | 11:24:43 WIB
Dok. Pojoknesia (PT)

SEBANYAK 2,5 Ha lahan tidur di sekitar Lapas kelas III Lembata, Nusa Tenggara Timur, disulap menjadi lumbung pangan. Kini total lahan yang dikerjakan menjadi 4,5 Ha. 

Perluasan lahan produksi tersebut menjawab program Pemberdayaan dan ketahanan pangan, swasembada pangan serta 13 program akselerasi dari menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Tak hanya itu, program penambahan lahan produksi yang mengandalkan 93 warga binaan serta seluruh petugas Lapas itu menghasilkan ketahanan pangan bagi kebutuhan Lapas, serta memberi dampak ekonomis bagi warga binaan. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Lapas Kelas III Lembata, Hermanus Semuki kepada wartawan di Lembata, Senin (13/10/2025). 


"Sebelumnya kita memiliki 2,5 Ha lahan di dalam kompleks Lapas. Awalnya ditanami tanaman holtikultura. Setelah saya datang bertugas di sini, saya berinisiatif mengelola lagi 2,5 Ha lahan tidur, selain tanaman holtikutura juga dengan tanaman pangan seperti padi dan jagung. Hasilnya khusus diberikan kepada warga binaan sebagai pemasukan selama menjalani masa tahanan, juga sebagai cadangan pangan bagi warga binaan di Lapas ini," ujar Kalapas Lembata. 

Sebagaimana disaksikan Media Indonesia Senin (13/10/2025), lahan pertanian milik Lapas tersebut dipenuhi tanaman hortikultura seperti sayuran terung, kangkung, sawi, cabai, Pepaya, pisang, nenas, juga tanaman Padi. 


Seluruh tanaman tersebut tidak menggunakan pupuk organik. Meski ada beberapa layu karena panas terik, namun tampak seluruhnya terawat dengan baik. Sebagian tanaman seperti terung sedang mengeluarkan buah, demikian pula cabai, kangkung dan Tomat. 

Pelan, salah seorang warga binaan kepada Media Indonesia mengaku mendapatkan premi per bedeng 25 ribu. 

Ia juga mengaku senang diberi kesempatan oleh pimpinan, manfaatkan lahan milik seorang pengusaha yang belum dimanfaatkan untuk ditsnami tanaman hortikultura dan tanaman pangan.


"Untuk lahan yang baru dibuka ditanah pengusaha ini, pimpinan memberikan Khusus untuk teman-teman yang hampir tidak mendapat kunjungan untuk menananam  Sayur. Hasilnya untuk pribadi. Pembeli hampir setiap hari. Kami Kewalahan ladeni pembeli karena kita gunakan pupuk kandang," ujar Pelan. 

Ia mengaku senang telah memiliki penghasilan sendiri dari hasil berkebun di Lapas. Secara rutin ia kirim kepada istri dan anaknya di rumah. (PT). ***


Bagikan

LAPAS LAINNYA

Berita Terkini

Kinerja Gemilang Tiga OPD Dongkrak PAD Lembata Hingga Rp17 Miliar

Di sisi lain, secara agregat total pendapatan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

| Jumat, 03 Juli 2026
Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot

Nilai tinggi dari kain tenun ini bukan semata-mata karena harganya, melainkan karena proses pembuatan yang sangat panjan

| Kamis, 02 Juli 2026
Bupati dan Wakil Bupati Lembata Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden menegaskan bahwa seluruh pengabdian Polri harus

| Rabu, 01 Juli 2026
Aksi Nyata Bupati Lembata: Ikut Angkut Batu Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 pada Revitalisa

| Selasa, 30 Juni 2026
Operasi Besar Disiapkan Bupati-Wabup Lembata, Dugaan Bisnis Ilegal BBM Subsidi Jadi Target

Padahal kuota BBM subsidi yang disalurkan ke Lembata disebut sudah sesuai pengajuan daerah. Namun antrean panjang dan ke

| Senin, 29 Juni 2026
Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Penyampaian laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab eksekutif kepada legislatif dan masyarakat luas atas pengelolaa

| Senin, 29 Juni 2026
Festival Lamaholot 2026 Siap Guncang Lembata, Empat Hari Perayaan Budaya Menuju Panggung Dunia

Festival ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran UMKM dan tenun ikat, karnaval budaya, pertunjukan seni etn

| Senin, 29 Juni 2026
Bupati Kanis: Menjadi Pengelola Bank Sampah adalah Pekerjaan Mulia

Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisi

| Sabtu, 20 Juni 2026
Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak

Terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan kh

| Jumat, 19 Juni 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan