Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Perampingan Birokrasi Lembata Disetujui DPRD, Struktur OPD Jadi 36

Perampingan perangkat daerah diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus menyesuaikan belanja pegawai sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Admin
Senin, 09 Maret 2026 | 12:54:42 WIB
Dok. Prokompim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lembata menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Perangkat Daerah Nomor 6 Tahun 2016. 

Persetujuan ini diberikan secara bulat dalam Sidang Paripurna Dewan ke VI, Selasa (3/3/26), setelah melalui pembahasan intensif antara pemerintah daerah dan anggota DPRD.

Perubahan ini dilakukan sebagai langkah strategis perampingan birokrasi, dari sebelumnya 38 perangkat daerah menjadi 36 unit, dengan penggabungan sejumlah dinas yang memiliki bidang urusan serumpun, intensitas urusan, dan potensi daerah, serta tipe perangkat berdasarkan pemetaan tahun 2016. 

Struktur terbaru perangkat daerah Kabupaten Lembata kini terdiri dari 2 Sekretariat, 1 Inspektorat, 18 Dinas, 6 Badan, dan 9 Kecamatan.

https://pojoknesia.com/momentum-7-maret-pemda-lembata-serukan-toleransi-di-masa-pra-paskah-dan-bulan-ramadhan

Berikut daftar 36 Perangkat Daerah Kabupaten Lembata terbaru:

Sekretariat:

1. Sekretariat Daerah, Tipe A

2. Sekretariat DPRD, Tipe C

Inspektorat:

3. Inspektorat Daerah, Tipe A

Dinas:

4. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Tipe A

5. Dinas Kesehatan, Tipe A

6. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Tipe A

7. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Tipe C

8. Satuan Polisi Pamong Praja, Tipe A

9. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tipe B

10. Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Transmigrasi, Tipe C

11. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tipe C

12. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Tipe A

13. Dinas Perikanan dan Lingkungan Hidup, Tipe A

14. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Tipe A

15. Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Tipe A

16. Dinas Komunikasi dan Informatika, Tipe B

17. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Tipe A

18. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tipe A

19. Dinas Perhubungan, Tipe C

20. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Tipe A

21. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Sosial, Tipe A

https://pojoknesia.com/spirit-taan-tou-jejak-pemersatu-dari-peristiwa-7-maret-1954

Badan:

22. Badan Keuangan dan Aset Daerah, Tipe B

23. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, Tipe A

24. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah, Tipe A

25. Badan Pendapatan Daerah, Tipe B

26. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Tipe A

27. Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tipe A

Kecamatan:

28. Kecamatan Nubatukan

29. Kecamatan Nagawutung

30. Kecamatan Atadei

31. Kecamatan Wulandoni

32. Kecamatan Ile Ape

33. Kecamatan Ile Ape Timur

34. Kecamatan Lebatukan

35. Kecamatan Omesuri

36. Kecamatan Buyasuri

Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir menekankan bahwa perubahan ini bukan sekadar efisiensi anggaran, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendukung program prioritas unggulan, Nelayan, Tani, Ternak (NTT).

“Perampingan perangkat daerah diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus menyesuaikan belanja pegawai sesuai ketentuan pemerintah pusat,” ujar Wabup Nasir saat membacakan pendapat akhir Bupati.

Saat ini, belanja pegawai Kabupaten Lembata masih berada di angka 50,54% dari total APBD, jauh di atas batas maksimal 30% yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Pemerintah daerah memiliki waktu hingga 2027 untuk menyesuaikan belanja pegawai sesuai batas tersebut.

Menurut catatan DPRD, penggabungan perangkat daerah harus tetap memperhatikan intensitas urusan dan kapasitas pelayanan.

Beberapa dinas strategis, termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan dan Lingkungan Hidup, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, mengalami peningkatan beban kerja yang membutuhkan penguatan kapasitas kelembagaan.

https://pojoknesia.com/diduga-akibat-obat-nyamuk-bakar-satu-rumah-di-lembata-ludes-terbakar

Sejumlah pemerhati lokal menyoroti risiko implementasi perampingan. “Efisiensi birokrasi harus diimbangi dengan kapasitas dan koordinasi antar-dinas. Jika tidak, pelayanan publik, khususnya bagi petani dan nelayan, bisa terhambat,” kata seorang pengamat kebijakan publik di kota Lewoleba.

Sidang paripurna ditutup dengan penandatanganan persetujuan Ranperda yang selanjutnya diajukan ke Gubernur Nusa Tenggara Timur untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Lembata. 

Dengan perampingan ini, pemerintah daerah dituntut untuk menyeimbangkan efisiensi anggaran dan kualitas layanan publik, serta menyiapkan langkah konkret untuk memenuhi batas maksimal belanja pegawai pada 2027. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan