Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Peringati Hari Guru Nasional, Bupati Lembata Dorong Transformasi Pendidikan

Bupati juga menegaskan bahwa dunia pendidikan sedang bergerak ke arah paradigma baru. Kemampuan hafalan tidak lagi menjadi tolok ukur utama. Yang dibutuhkan adalah pemikiran kritis, kreativitas, karakter, dan kemampuan adaptasi.

Paul Moruk
Rabu, 26 November 2025 | 11:15:44 WIB
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, tampil sebagai pembina dalam upacara apel

Lembata, Pojoknesia.com - Puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 sekaligus HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Lembata berlangsung khidmat namun penuh sukacita. 

Upacara apel yang dipusatkan di halaman SMPS St. Pius X Lewoleba, Selasa (25/11/25), menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan kembali peran strategis guru di tengah perubahan besar dunia pendidikan.

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, tampil sebagai pembina dalam upacara apel yang dihadiri unsur Forkopimda, Kadis Pendidikan, Ketua PGRI, Ketua IGI Lembata, serta para Kepala Sekolah, perwakilan guru dan para siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam amanatnya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa momentum HGN bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi panggilan moral untuk memperkuat keteladanan, profesionalisme, dan daya juang para pendidik. 

“Hari ini kita berkumpul dalam suasana penuh syukur. Momentum ini bukan sekadar perayaan, tetapi penegasan kembali tugas mulia guru mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan bangsa,” ujarnya.

Mengusung tema nasional 'Guru Hebat, Indonesia Kuat' dan tema HUT ke-80 PGRI 'Guru Bermutu Indonesia Maju: Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas,' Bupati Tuaq menekankan bahwa kualitas guru merupakan fondasi utama kemajuan bangsa.

Ia merinci tiga karakter guru masa depan: Pertama, Mengajar dengan hati, tidak hanya memberikan ilmu tetapi menanamkan nilai Pancasila. Kedua, Adaptif terhadap teknologi, tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Ketiga, Tergerak untuk berinovasi, menciptakan ruang belajar inklusif, kreatif, dan bebas diskriminasi.

“Kedua tema ini harus menjadi energi baru bagi kita untuk memperkuat budaya keteladanan, berbagi praktik baik, dan mendorong transformasi ekosistem pendidikan yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” kata Bupati.

Bupati Kanis Tuaq menyoroti derasnya arus perubahan yang tengah melanda sistem pendidikan global, termasuk kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital yang membuat kompetensi guru harus selalu diperbarui.

“Perubahan ini mengharuskan kita semua untuk tidak berhenti belajar. Guru harus terus berinovasi, berpikir terbuka, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan PGRI sebagai 'rumah besar para pendidik' agar terus berkonsolidasi, memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan guru, sekaligus meningkatkan kapasitas organisasi agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa kini.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah persoalan yang masih dirasakan para guru, terutama terkait tata kelola administrasi, distribusi guru yang timpang, dan persoalan kesejahteraan yang kerap mengganggu fokus pendidik.

Ia menekankan pentingnya ketertiban administrasi di tingkat sekolah dan individu guru agar tidak menimbulkan masalah yang menghambat karier maupun layanan pendidikan.

“Namun kami tetap berkomitmen mendukung peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Pemerintah ingin memastikan guru berada di garis terdepan menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa dunia pendidikan sedang bergerak ke arah paradigma baru. Kemampuan hafalan tidak lagi menjadi tolok ukur utama. Yang dibutuhkan adalah pemikiran kritis, kreativitas, karakter, dan kemampuan adaptasi.

Karena itu, ia mendorong para guru untuk membuka diri terhadap pembaruan, memperkuat inovasi pembelajaran, dan membangun karakter peserta didik secara konsisten.

“Guru bukan lagi sekadar sumber pengetahuan, tetapi fasilitator, pembimbing, dan inspirator. Kita harus menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi tangguh dan berkarakter,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Kanis Tuaq berharap HGN dan HUT PGRI tahun ini menjadi pemicu untuk memperkokoh solidaritas profesi guru di seluruh Kabupaten Lembata.

“Mari kita jadikan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama: guru, pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Demi terwujudnya Lembata dan Indonesia yang lebih cerdas, berdaya saing, dan bermartabat,” tutupnya.

Upacara ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan apresiasi GTK kepada guru berprestasi dan penerimaan piagam penghargaan apresiasi Mohammad Syafei Awards dari Ikatan Guru Indonesia (IGI). (Prokompim / Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Kinerja Gemilang Tiga OPD Dongkrak PAD Lembata Hingga Rp17 Miliar

Di sisi lain, secara agregat total pendapatan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

| Jumat, 03 Juli 2026
Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot

Nilai tinggi dari kain tenun ini bukan semata-mata karena harganya, melainkan karena proses pembuatan yang sangat panjan

| Kamis, 02 Juli 2026
Bupati dan Wakil Bupati Lembata Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden menegaskan bahwa seluruh pengabdian Polri harus

| Rabu, 01 Juli 2026
Aksi Nyata Bupati Lembata: Ikut Angkut Batu Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 pada Revitalisa

| Selasa, 30 Juni 2026
Operasi Besar Disiapkan Bupati-Wabup Lembata, Dugaan Bisnis Ilegal BBM Subsidi Jadi Target

Padahal kuota BBM subsidi yang disalurkan ke Lembata disebut sudah sesuai pengajuan daerah. Namun antrean panjang dan ke

| Senin, 29 Juni 2026
Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Penyampaian laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab eksekutif kepada legislatif dan masyarakat luas atas pengelolaa

| Senin, 29 Juni 2026
Festival Lamaholot 2026 Siap Guncang Lembata, Empat Hari Perayaan Budaya Menuju Panggung Dunia

Festival ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran UMKM dan tenun ikat, karnaval budaya, pertunjukan seni etn

| Senin, 29 Juni 2026
Bupati Kanis: Menjadi Pengelola Bank Sampah adalah Pekerjaan Mulia

Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisi

| Sabtu, 20 Juni 2026
Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak

Terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan kh

| Jumat, 19 Juni 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan