Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Pesta Perak Imamat Pater Patrisius Mudaj, Bupati Tuaq Minta Gereja Jadi Pelita di Tengah Tantangan Zaman

Perayaan yang sarat nuansa spiritual ini mengangkat moto hidup sang yubilaris, “Ia Membuat Segala Sesuatu Indah Pada Waktunya”, yang terasa hadir dalam setiap doa, lagu pujian, dan syukur yang dilantunkan.

Paul Moruk
Kamis, 03 Juli 2025 | 14:29:22 WIB
Dok. Perayaan 25 Tahun Imamat Pater Patrisius Breket Mudaj, SSCC

Lembata — Suasana haru dan sukacita menyelimuti Lapangan Bola Belabaja, Kecamatan Nagawutung, Selasa (1/7/2025) sore, dalam perayaan Pesta Perak 25 Tahun Imamat Pater Patrisius Breket Mudaj, SSCC. Ratusan umat Katolik dari Stasi Belabaja dan Labalimut berkumpul dalam sebuah misa akbar yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Misa syukur ini dipimpin oleh Pater Pankrasius Kraeng, SSCC selaku Pimpinan Provinsial, didampingi oleh Yubilaris, Pater Patrisius Breket Mudaj, dan Pastor Paroki Santo Yosef Boto, Romo Eman, Pr. Altar sederhana yang didirikan di tengah lapangan menjadi saksi penyatuan iman umat yang datang dari berbagai penjuru wilayah.

Perayaan yang sarat nuansa spiritual ini mengangkat moto hidup sang yubilaris, “Ia Membuat Segala Sesuatu Indah Pada Waktunya”, yang terasa hadir dalam setiap doa, lagu pujian, dan syukur yang dilantunkan.

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Wakil Bupati, H. Muhammad Nasir, tidak dapat hadir secara langsung, namun menyampaikan sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Lembata, Yohanes Berchmans Daniel Dai.

“Atas nama seluruh masyarakat Lembata, saya menyampaikan proficiat kepada Pater Patrisius. Kami percaya, keputusan beliau menjadi imam adalah karena perjumpaan mendalam dengan Yesus. Dua puluh lima tahun bukan perjalanan mudah, tapi beliau menjalaninya dengan setia,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Lebih jauh, Bupati Tuaq menekankan bahwa perayaan ini bukan hanya milik Gereja, tetapi menjadi refleksi kolektif bagi seluruh masyarakat. Ia mengajak umat awam untuk turut menjadi terang dan garam dalam kehidupan sosial, termasuk di bidang pemerintahan, ekonomi, budaya, dan politik.

“Awam adalah agen pastoral. Mari kita tampilkan warna Kristiani dalam tugas dan pengabdian kita. Gereja dan Pemerintah harus bergandeng tangan mengurai persoalan zaman,” tegasnya.

Bupati juga mengapresiasi kontribusi Gereja Katolik dalam pembangunan masyarakat, dan mendorong para imam serta umat menjadi suara kenabian bagi generasi muda.

“Gereja bisa jadi ujung tombak pembangunan kesadaran masyarakat. Kita bangun Lembata dari hal-hal kecil yang berdampak nyata. Panggilan Pater Patrisius hendaknya menjadi inspirasi bagi anak muda Lembata,” tambahnya.

Selain misa, perayaan ini juga diwarnai dengan pertunjukan budaya yang menggugah. Liturgi diperkaya oleh koor dari Stasi Labalimut yang tampil dengan harmonisasi luar biasa, membawa umat hanyut dalam kekhidmatan. Usai misa, panggung budaya dihidupkan dengan tarian adat, puisi religius, dan lagu-lagu rohani yang memuliakan Tuhan.

Acara dipandu dengan apik oleh dua pembawa acara, Yohanes Wai Asan dan Yoseph Enga Alior, yang sukses menjaga nuansa pesta tetap semarak namun sakral.

Pesta Perak ini tidak hanya mengenang perjalanan 25 tahun seorang imam, tetapi juga menjadi simbol harapan dan pembaruan iman bagi Lembata. Dalam dunia yang semakin cepat berubah, perayaan ini menjadi pengingat bahwa kesetiaan, pelayanan, dan panggilan suci tetap relevan dan dibutuhkan.

“Terima kasih kepada orang tua dan keluarga yang mempersembahkan anaknya untuk Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati seluruh karya pelayanan Pater Patrisius dan membangkitkan lebih banyak lagi panggilan suci di tanah ini,” tutup Bupati. (Billi Baon) ***




Bagikan

Berita Terkini

Hadiri Festival Lamaholot, Bupati Lembata Komitmen Jaga Budaya dan Dorong Transformasi Ekonomi

Gubernur berharap, ikatan kekerabatan yang menjadi ciri khas masyarakat Lamaholot tidak berhenti pada seremoni semata, m

| Sabtu, 11 April 2026
Keluarga Tak Puas, Minta Autopsi Ungkap Kematian Kades Laranwutun

Selain mendesak Polres Lembata keluarga juga telah menggelar seremonial adat yaitu Buka Lewu.

| Jumat, 10 April 2026
ASDP Tak Mampu Yakinkan Kapten, Upaya 6 Bulan Pemda Lembata Sia-sia

Pihak Syahbandar mengatakan bahwa metode sandar yang saat ini digunakan memiliki risiko tinggi, apalagi struktur mooring

| Kamis, 09 April 2026
Kapal Ferry Gagal Sandar, FORMALEN Ancam Blokir Pelabuhan Lewoleba

FORMALEN menegaskan bahwa secara teknis, pelabuhan sudah siap untuk sandar. Pembersihan puing-puing tiang dolphin nomor

| Jumat, 10 April 2026
Jaga Kesakralan Semana Santa Larantuka, Peziarah Diminta Tak Mengutamakan Konten

Kita datang ke Larantuka untuk berziarah dan berdevosi, bukan untuk membuat konten. Jangan sampai kehadiran kita justr

| Rabu, 01 April 2026
Lembata Raih IPP Tertinggi di NTT, 10 Layanan Masih Tertahan di Kategori C

Ini menjadi tantangan Pemerintah Daerah untuk menjaga ritme kerja birokrasi, memperkuat kolaborasi di semua lintas sekt

| Kamis, 26 Maret 2026
Pemda Lembata Gelar Turnamen Mancing Nasional, Gaet Peserta Mancanegara

Fokus utama pembahasan adalah penyelenggaraan turnamen memancing yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan

| Kamis, 19 Maret 2026
Banyak Catatan Kritis DPRD Lembata di Musrenbang RKPD 2027

Ketua DPRD Syafrudin Sira, dalam penyampaian pokok-pokok pikiran lembaganya, tidak hanya memberi dukungan politik terhad

| Rabu, 18 Maret 2026
PAD Lembata Melambat, Bupati Kanis; Percepat Kinerja dan Optimalisasi

Pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi lambatnya realisasi PAD, terutama pada sektor paja

| Selasa, 17 Maret 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan

TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 PojokNesia
Allright Reserved
CONTACT US Lewoleba
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281353967028
POJOKNESIA
Viewers Now: 1