Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Program MBG di Lembata Menuai Keluhan, Jhon Batafor Minta Batalkan

Bagi Jhon, meskipun program makan gratis ini diperlukan, namun saat ini yang lebih mendesak adalah peningkatan kualitas pendidikan di Lembata.

Paul Moruk
Senin, 10 Maret 2025 | 23:58:31 WIB
Rapat Kerja Perdana DPRD bersama Pemda Lembata

Lembata- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat respons negatif dari masyarakat sejak hari pertama pelaksanaannya. Alih-alih mendapatkan makanan bergizi lengkap, siswa-siswa di wilayah tersebut justru hanya menerima snack ringan sebagai menu makan siang.

Sejumlah orang tua dan guru di Lembata menyayangkan pelaksanaan program yang dinilai tidak sesuai dengan harapan. Bahkan, banyak masyarakat yang menyoroti program yang digagas oleh Presiden Prabowo ini.

Program makan siang bergizi gratis merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan gizi dan mendukung tumbuh kembang anak-anak di sekolah. Namun, kenyataannya di lapangan jauh dari harapan masyarakat.

Terkait persoalan yang terjadi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lembata, Jhon Batafor, menyatakan kekecewaannya dan mendesak Bupati Lembata untuk segera membatalkan program tersebut dalam rapat kerja perdana bersama Pemda, Senin (10/3/2025).

Bagi Jhon, meskipun program makan gratis ini diperlukan, namun saat ini yang lebih mendesak adalah peningkatan kualitas pendidikan di Lembata.

"Kenapa kita di Lembata tidak tolak saja program ini? Fakta di Lembata adalah tidak ada anak yang mati karena lapar, tetapi banyak yang putus sekolah karena kekurangan uang untuk pendidikan," ujar Jhon dengan tegas.

Selain itu, Jhon juga mempertanyakan kualitas gizi dari makanan yang disajikan dalam program tersebut. Dia mengungkapkan bahwa banyak makanan yang disajikan ternyata tidak layak konsumsi. 

"Saya mau tanya, apakah program makan bergizi gratis ini masih dalam tahap uji petik atau bagaimana? Karena saya lihat banyak kasus terkait kualitas makan yang disajikan," kata politisi NasDem Lembata itu.

Pelaksanaan program ini memang menjadi perhatian banyak pihak, mengingat harapan masyarakat yang tinggi terhadap kualitas makanan bergizi untuk anak-anak. Namun, dengan masalah yang muncul, anggota DPRD Lembata itu mengharapkan adanya evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaan program tersebut.


Bagikan

Berita Terkini

Pemda Lembata Gelar Turnamen Mancing Nasional, Gaet Peserta Mancanegara

Fokus utama pembahasan adalah penyelenggaraan turnamen memancing yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan

| Kamis, 19 Maret 2026
Banyak Catatan Kritis DPRD Lembata di Musrenbang RKPD 2027

Ketua DPRD Syafrudin Sira, dalam penyampaian pokok-pokok pikiran lembaganya, tidak hanya memberi dukungan politik terhad

| Rabu, 18 Maret 2026
PAD Lembata Melambat di Triwulan I, Bupati Kanis; Percepat Kinerja dan Optimalisasi

Pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi lambatnya realisasi PAD, terutama pada sektor pajak

| Selasa, 17 Maret 2026
Antisipasi Harga Pangan, Pemerintah Lembata Gelontorkan 75 Ton Pangan Murah

Pemerintah daerah menilai intervensi pasar perlu dilakukan lebih awal untuk meredam potensi lonjakan harga yang biasanya

| Selasa, 17 Maret 2026
Resmi Kantor Pelni Lembata, Bupati Kanis; Menjadi Langkah Strategis Penggerak Ekonomi Masyarakat

Kantor ini ke depan akan ditingkatkan statusnya menjadi kantor cabang. Prosesnya sedang berjalan dan tidak lama lagi aka

| Rabu, 11 Maret 2026
Dealer Suzuki Mobil Lembata Berbagi Kasih dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap peran dunia usaha, kegiatan semacam ini menjadi cara perusahaan me

| Minggu, 15 Maret 2026
Pemerintah Lembata Bahas Revitalisasi Depot BBM Bersama PT Grayson Alfarezy Sapujagad

Keberadaan depot BBM di Lewoleba dinilai sangat strategis mengingat selama ini pasokan BBM di Kabupaten Lembata masi

| Minggu, 15 Maret 2026
Pemkab Lembata Dukung Operasi Katarak Gratis bagi Masyarakat Wilayah 3T

Audiensi tersebut membahas rencana kegiatan operasi katarak yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 April 2026.

| Sabtu, 14 Maret 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan

TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 PojokNesia
Allright Reserved
CONTACT US Lewoleba
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281353967028
POJOKNESIA
Viewers Now: 2