Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Tradisi Memasak Dengan Panas Bumi, Atakore Jadi Magnet Wisata di Lembata

Wakil Bupati Nasir mengajak seluruh masyarakat untuk aktif merevitalisasi budaya Lamaholot dalam berbagai bentuk, dari tarian hingga adat istiadat, agar dapat dikenal luas dan dipasarkan hingga ke mancanegara.

Paul Moruk
Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:18:35 WIB
Dok Prokompim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com - Desa Atakore, Kecamatan Atadei, kini semakin menonjol sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang memukau. 

Hal ini terbukti dalam kunjungan Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, bersama Direktur Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Dwi Marhen Yono dan rombongan pejabat daerah lainnya pada Rabu (8/10/25).

Kunjungan yang merupakan bagian dari Festival Lamaholot 2025 ini secara jelas menunjukkan potensi besar desa tersebut dalam memikat wisatawan melalui kekayaan budaya dan kearifan lokalnya.

Para tamu undangan dibuat terpesona saat mengunjungi lokasi Karun (Dapur Alam) Desa Atakore, Watuwawer, sebuah lokasi di mana masyarakat setempat memperkenalkan tradisi memasak unik yang memanfaatkan panas bumi. 


Proses memasak yang diwariskan turun-temurun ini tidak hanya efisien, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam, di mana pantangan penggunaan bahan tertentu seperti ubi jalar, garam, dan daging tertentu, mencerminkan harmoni antara manusia dan alam yang masih dijaga erat.

Tak cukup di Dapur Alam, kekaguman pengunjung juga berlanjut di Lapangan Desa Atakore, tempat berbagai lomba dan pertunjukan seni tari khas daerah disuguhkan. Tarian Aren, Tarian Duabolong, dan Tarian Polewalang yang energik dan penuh makna berhasil memukau para hadirin.

Penampilan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, melainkan juga sebuah pernyataan kuat tentang hidupnya budaya Lamaholot yang terus dilestarikan dan menjadi daya tarik utama bagi siapa pun yang ingin menyelami keunikan Lembata.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan. 


Ia mengajak seluruh masyarakat untuk aktif merevitalisasi budaya Lamaholot dalam berbagai bentuk, dari tarian hingga adat istiadat, agar dapat dikenal luas dan dipasarkan hingga ke mancanegara. 

Penguatan budaya ini, menurutnya, adalah langkah penting dalam membangun kultur daerah yang kokoh menuju visi Indonesia Emas 2045.

Hal ini juga dipertegas oleh Direktur BOPLBF, Dwi Marhen Yono. Ia secara terbuka menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap kekayaan budaya Lembata. Dwi Yono menekankan bahwa budaya adalah magnet utama bagi wisatawan mancanegara, dan Desa Atakore dengan segala keunikan tradisi dan seni tarinya memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi unggulan. 

Dengan keramahan dan konsistensi dalam menyuguhkan budaya, Lembata diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain aktif dalam industri pariwisata nasional.***


Bagikan

Berita Terkini

Kinerja Gemilang Tiga OPD Dongkrak PAD Lembata Hingga Rp17 Miliar

Di sisi lain, secara agregat total pendapatan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

| Jumat, 03 Juli 2026
Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot

Nilai tinggi dari kain tenun ini bukan semata-mata karena harganya, melainkan karena proses pembuatan yang sangat panjan

| Kamis, 02 Juli 2026
Bupati dan Wakil Bupati Lembata Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden menegaskan bahwa seluruh pengabdian Polri harus

| Rabu, 01 Juli 2026
Aksi Nyata Bupati Lembata: Ikut Angkut Batu Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 pada Revitalisa

| Selasa, 30 Juni 2026
Operasi Besar Disiapkan Bupati-Wabup Lembata, Dugaan Bisnis Ilegal BBM Subsidi Jadi Target

Padahal kuota BBM subsidi yang disalurkan ke Lembata disebut sudah sesuai pengajuan daerah. Namun antrean panjang dan ke

| Senin, 29 Juni 2026
Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Penyampaian laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab eksekutif kepada legislatif dan masyarakat luas atas pengelolaa

| Senin, 29 Juni 2026
Festival Lamaholot 2026 Siap Guncang Lembata, Empat Hari Perayaan Budaya Menuju Panggung Dunia

Festival ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran UMKM dan tenun ikat, karnaval budaya, pertunjukan seni etn

| Senin, 29 Juni 2026
Bupati Kanis: Menjadi Pengelola Bank Sampah adalah Pekerjaan Mulia

Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisi

| Sabtu, 20 Juni 2026
Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak

Terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan kh

| Jumat, 19 Juni 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan