Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Wabup Nasir Temukan Ketidaksesuaian Material dalam Proyek Revitalisasi Sekolah APBN

Temuan ini disampaikan setelah Wabup melakukan peninjauan langsung ke tiga lokasi pembangunan yang masing-masing telah mencapai progres sekitar 70 persen.

Paul Moruk
Minggu, 30 November 2025 | 11:40:18 WIB
Wabup Nasir Temukan Ketidaksesuaian Material dalam Proyek Revitalisasi Sekolah

Lembata, Pojoknesia.com - Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, menemukan sejumlah ketidaksesuaian material dan pekerjaan dalam proyek revitalisasi tiga sekolah yang dibiayai APBN.

Temuan ini disampaikan setelah Wabup melakukan peninjauan langsung ke tiga lokasi pembangunan yang masing-masing telah mencapai progres sekitar 70 persen.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Nasir didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Wenseslaus Ose, serta Kepala Bidang Teknis PUPR, Petrus P. Koli. 

Peninjauan dilakukan di SDK Belang, TK Negeri 1 Nagawutung, dan SDK Baopukang, yang merupakan penerima bantuan revitalisasi sarana pendidikan dari Pemerintah Pusat.

SDK Belang mendapatkan anggaran sebesar Rp 886,02 juta untuk pembangunan ruang UKS, toilet, ruang administrasi, dan rehabilitasi tiga ruang kelas. 

TK Negeri 1 Nagawutung menerima Rp 776,48 juta untuk perbaikan ruang belajar, ruang administrasi, area bermain, serta toilet. 

Sementara SDK Baopukang memperoleh Rp 777,29 juta untuk pembangunan ruang administrasi, toilet, dan rehabilitasi tiga ruang kelas.

Selama peninjauan, Wabup Nasir menemukan material yang digunakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). 

Beberapa komponen seperti cat tembok dan pintu dinilai tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 


Selain itu, ditemukan pula penggunaan kabel listrik yang tidak memenuhi spesifikasi RAB sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Kerapian beberapa bagian pengerjaan juga tak luput dari sorotan.

“Revitalisasi sekolah ini merupakan investasi jangka panjang. Ke depan, sekolah-sekolah akan mengadopsi digitalisasi pembelajaran sehingga instalasi listrik, kualitas kabel, dan seluruh material bangunan harus benar-benar sesuai spesifikasi,” ujar Wabup Nasir.

Ia menegaskan bahwa ketidaksesuaian tersebut harus segera dievaluasi oleh kontraktor dan pihak terkait untuk memastikan keselamatan, kelayakan, dan keberlanjutan penggunaan bangunan setelah rampung.

Menurutnya, kualitas pengerjaan menjadi faktor penting yang tidak boleh dinegosiasi, mengingat dampaknya akan dirasakan langsung oleh siswa dan tenaga pendidik dalam jangka panjang.

Meski menyampaikan kritik atas sejumlah temuan, Wabup memberikan apresiasi kepada para pekerja bangunan yang sebagian besar merupakan masyarakat setempat. 

Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat memperbaiki kualitas pekerjaan hingga penyelesaian proyek.

Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap tahapan revitalisasi agar sesuai pedoman dan memberikan hasil yang sejalan dengan tujuan peningkatan mutu pendidikan di daerah. (Baon) ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan