Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bupati Lembata Komitmen Jaga Budaya dan Dorong Transformasi Ekonomi di Festival Lamaholot

Gubernur berharap, ikatan kekerabatan yang menjadi ciri khas masyarakat Lamaholot tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diarahkan menjadi kekuatan yang lebih produktif, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan NTT.

Admin
Sabtu, 11 April 2026 | 12:02:33 WIB
Dok. Prokompim Setda Lembata

Kupang, Pojoknesia.com — Kehadiran Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dalam pembukaan Festival Lamaholot di GOR Oepoi Kupang, Jumat (10/4/2026), menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam menjaga eksistensi budaya Lamaholot. 

Kehadiran orang nomor satu di Lembata ini sekaligus menyelaraskan visi daerah dengan agenda Pemerintah Provinsi untuk menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/merajut-kasih-di-wailolong-paskah-dan-halal-bihalal-pererat-persaudaraan-lintas-iman

Dalam acara tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kekuatan budaya Lamaholot harus segera ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang nyata dan produktif.

Gubernur Laka Lena menekankan bahwa Lamaholot memiliki modal sosial yang sangat kuat. Jika dikelola secara tepat dan terstruktur, potensi tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Lamaholot adalah kekuatan budaya yang luar biasa. Ini bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang besar jika kita kelola dengan baik dan terarah,” tegas Gubernur di hadapan para tamu undangan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/keluarga-tak-puas-minta-autopsi-ungkap-kematian-kades-laranwutun

Ia mengakui bahwa pendekatan pembangunan berbasis wilayah sering kali menghadapi kendala teknis, namun pendekatan berbasis budaya memiliki daya rekat yang kuat untuk menyatukan masyarakat lintas daerah, termasuk antara masyarakat di Flores Timur, Lembata, dan Alor.

Kehadiran Bupati P. Kanisius Tuaq di tengah para tokoh, termasuk Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Anggota DPR RI Ahmad Yohan, dan Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, memperkuat pesan bahwa pemerintah kabupaten siap mendukung pengelolaan potensi budaya agar menciptakan nilai tambah bagi kesejahteraan warga.

Gubernur berharap, ikatan kekerabatan yang menjadi ciri khas masyarakat Lamaholot tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diarahkan menjadi kekuatan yang lebih produktif, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan NTT.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, selaku Penasihat Keluarga Besar Lamaholot, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai positif.

"Kita harus terus menggaungkan semangat Lamaholot sebagai identitas utama dalam membangun daerah ini. Tangguh, cerdas, pekerja keras, jujur, dan disiplin harus menjadi nafas pembangunan," ujarnya.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/asdp-tak-mampu-yakinkan-kapten-upaya-6-bulan-pemda-lembata-sia-sia

Ia juga menekankan pentingnya Festival Lamaholot bagi Generasi Muda dalam memperkuat identitas budaya. 

Festival ini diharapkan menjadi momentum mempersiapkan generasi muda agar lebih aktif berperan dalam pembangunan daerah. 

Karena itu, ada dorongan kuat agar Festival Lamaholot diusulkan menjadi agenda tahunan tetap di tingkat Kementerian Kebudayaan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/kapal-ferry-gagal-sandar-formalen-ancam-blokir-pelabuhan-lewoleba

Ketua Keluarga Besar Lamaholot Kupang, Don Ara Kian, mengungkapkan bahwa festival ini merupakan perwujudan kerinduan masyarakat Lamaholot di Kupang untuk berkumpul dan berdiskusi. 

Momentum ini menjadi wadah konsolidasi untuk merumuskan langkah bersama bagi kemajuan daerah asal melalui semangat persaudaraan yang kokoh. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Kinerja Gemilang Tiga OPD Dongkrak PAD Lembata Hingga Rp17 Miliar

Di sisi lain, secara agregat total pendapatan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

| Jumat, 03 Juli 2026
Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot

Nilai tinggi dari kain tenun ini bukan semata-mata karena harganya, melainkan karena proses pembuatan yang sangat panjan

| Kamis, 02 Juli 2026
Bupati dan Wakil Bupati Lembata Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden menegaskan bahwa seluruh pengabdian Polri harus

| Rabu, 01 Juli 2026
Aksi Nyata Bupati Lembata: Ikut Angkut Batu Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 pada Revitalisa

| Selasa, 30 Juni 2026
Operasi Besar Disiapkan Bupati-Wabup Lembata, Dugaan Bisnis Ilegal BBM Subsidi Jadi Target

Padahal kuota BBM subsidi yang disalurkan ke Lembata disebut sudah sesuai pengajuan daerah. Namun antrean panjang dan ke

| Senin, 29 Juni 2026
Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Penyampaian laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab eksekutif kepada legislatif dan masyarakat luas atas pengelolaa

| Senin, 29 Juni 2026
Festival Lamaholot 2026 Siap Guncang Lembata, Empat Hari Perayaan Budaya Menuju Panggung Dunia

Festival ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran UMKM dan tenun ikat, karnaval budaya, pertunjukan seni etn

| Senin, 29 Juni 2026
Bupati Kanis: Menjadi Pengelola Bank Sampah adalah Pekerjaan Mulia

Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisi

| Sabtu, 20 Juni 2026
Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak

Terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan kh

| Jumat, 19 Juni 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan