Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


ASDP Tak Mampu Yakinkan Kapten, Upaya 6 Bulan Pemda Lembata Sia-sia

Pihak Syahbandar mengatakan bahwa metode sandar yang saat ini digunakan memiliki risiko tinggi, apalagi struktur mooring dolphin nomor 4 terlihat semakin miring.

Admin
Kamis, 09 April 2026 | 22:44:48 WIB
Dok. Prokompim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com - Upaya pemerintah Kabupaten Lembata memulihkan jalur transportasi laut di Pelabuhan Ferry Waijarang pada Kamis, (9/4/2026) kembali menemui kegagalan, setelah berbulan-bulan berjuang dan berkoordinasi dengan ASDP. 

Sebelumnya, rencana uji coba sandar kapal KMP Inerie II pada Kamis siang, di pelabuhan laut Lewoleba batal karena kondisi pelabuhan tidak memungkinkan penggunaan Ramp Door akibat pendangkalan air.

Baca Juga: https://pojoknesia.com/kapal-ferry-gagal-sandar-formalen-ancam-blokir-pelabuhan-lewoleba

Sebagai alternatif, KMP Ile Mandiri dijadwalkan uji coba sore hari, di pelabuhan Ferry Waijarang, kapal berukuran lebih kecil dengan panjang sekitar 45 meter.

Namun, kapal kembali gagal bersandar. Kapten KMP Ile Mandiri menolak melakukan uji coba dengan alasan arus laut yang kurang baik, padahal kondisi air laut dalam keadaan slack water, tenang dan ideal untuk olah gerak maupun sandar kapal.

Kapal akhirnya dibiarkan terapung di depan pelabuhan sekitar kurang lebih 200 meter sebelum mundur ke Pelabuhan Ferry Deri di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/lembata-raih-ipp-tertinggi-di-ntt-10-layanan-masih-tertahan-di-kategori-c

Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, yang selama ini terus mendorong percepatan perbaikan jalur transportasi laut, menyatakan kekecewaannya atas kegagalan uji coba ini.

“Selama enam bulan, kami berupaya keras melakukan koordinasi dan menyiapkan segala teknis agar kapal bisa bersandar. Hasil sore ini jelas mengecewakan, karena upaya panjang pemerintah daerah belum membuahkan kepastian bagi masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan ASDP Lembata, Nanda, menyatakan pihaknya sudah berupaya meyakinkan kapten dengan berbagai pendekatan teknis dan koordinasi lintas instansi, dan juga melaporkan kondisi terkini di pelabuhan Ferry Waijarang ke Kapten Kapal Ile Mandiri via hubungan telpon.

“Keselamatan kapal dan penumpang tetap menjadi prioritas. Kami sudah melakukan upaya maksimal, namun kapten tetap menolak karena arus laut,” jelasnya.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/pemda-lembata-gelar-turnamen-mancing-nasional-gaet-peserta-mancanegara

Pihak Syahbandar menambahkan bahwa metode sandar yang saat ini digunakan memiliki risiko tinggi, apalagi struktur mooring dolphin nomor 4 terlihat semakin miring. 

Meski demikian, kekecewaan pemerintah daerah menjadi sorotan publik karena masyarakat Lembata sangat bergantung pada jalur transportasi laut yang kini masih terganggu.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/banyak-catatan-kritis-dprd-lembata-di-musrenbang-rkpd-2027

Kegagalan uji coba sore ini menegaskan tantangan besar dalam mengelola operasional Pelabuhan Ferry Waijarang.

ASDP belum berhasil meyakinkan kapten kapal, sementara pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan solusi agar masyarakat bisa kembali menikmati transportasi laut yang aman dan lancar. ***


Bagikan

Berita Terkini

62 Warga Binaan Lapas Lembata Terima Remisi Kemerdekaan

Kepala Lapas Kelas III Lembata, Antonius Semuki, mengatakan bahwa dari total 78 penghuni lapas, sebanyak 62 orang memenu

| Selasa, 18 Agustus 2026
Penghormatan Terakhir untuk Mantan Pj Bupati, Bupati dan Wabup Lembata Hadir di Rumah Duka

Ia mengungkapkan rasa syukur karena rombongan Pemerintah Kabupaten Lembata dapat tiba di Kota Kupang dan hadir secara la

| Rabu, 19 Agustus 2026
Paskibra Banitobo Panjat Tiang Bendera Selamatkan Sang Merah Putih

Insiden itu menyebabkan bendera Merah Putih tersangkut di ujung tiang dan tidak dapat diturunkan.

| Selasa, 18 Agustus 2026
Momentum HUT ke-81 RI, PTSL Lembata Terbitkan 2.012 Sertipikat Tanah

Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) Tahun 2026 telah menghasilkan 2.012 sertipikat tanah dari target 2.7

| Selasa, 18 Agustus 2026
HUT ke-81 RI, Bupati Kanis Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kerja Nyata untuk Kemajuan Lembata

Momentum bersejarah tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam melanj

| Selasa, 18 Agustus 2026
Dorong Produktivitas Sawah, Bupati Lembata Tinjau Irigasi Waikomo

Infrastruktur irigasi sepanjang 275 meter tersebut dikerjakan secara swakelola oleh kelompok petani dengan dukungan ang

| Kamis, 13 Agustus 2026
Transformasi Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan

Posyandu adalah garda terdepan. Melalui transformasi layanan primer ini, kita ingin memastikan pelayanan kesehatan tidak

| Jumat, 14 Agustus 2026
Bupati Kanis Kukuhkan 10 Anggota Paskibra Tahun 2026

Momen pengukuhan ditandai dengan penyematan lencana dan kendit kepada Juana Valenza Magang Sauw.

| Sabtu, 15 Agustus 2026
Pemkab Lembata Tepat Waktu Sampaikan KUA-PPAS 2027, Tidak Masuk Daftar Peringatan Kemenkeu

Sebanyak 363 pemerintah daerah tercantum dalam daftar peringatan tersebut, yang terdiri atas pemerintah kabupaten, kota

| Rabu, 05 Agustus 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan