Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Wabup Lembata Awasi Ketat Dana Revitalisasi APBN di Atadei dan Wulandoni

Dengan adanya revitalisasi infrastruktur pendidikan di Lembata, diharapkan berkontribusi positif pada peningkatan mutu sumber daya manusia di tanah Lepan Batan.

Paul Moruk
Selasa, 09 Desember 2025 | 10:57:59 WIB
Kunjungan monitoring Wabup Nasir ke tiga sekolah di Kecamatan Atadei dan Wulandoni.

Lembata, Pojoknesia.com - Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pengawasan ketat terhadap penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk revitalisasi sekolah. 

Dalam monitoring yang berlangsung sehari penuh, pada Minggu, 30 November 2025, Wabup Nasir bersama tim gabungan dari Dinas Pendidikan, Inspektorat, Dinas PUPR, dan perwakilan Kecamatan, menyasar tiga sekolah di wilayah terpencil, yakni SDI Waipei di Desa Ilekimok, Kecamatan Atadei, serta SDN Alap Atadei dan SDI Posiwatu di Kecamatan Wulandoni.

Kegiatan ini bertujuan memastikan setiap rupiah dana APBN tahun anggaran 2025 benar-benar tepat sasaran dan berkualitas. 

Program revitalisasi APBN di sektor pendidikan merupakan bagian integral dari upaya nasional untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan. 

Dengan total anggaran pendidikan sebesar Rp724,3 triliun atau 20% dari APBN 2025, yang juga mencakup KIP dan BOS, peran kepala daerah dalam monitoring langsung menjadi sangat vital. 

Hal ini bukan hanya untuk memastikan akuntabilitas, tetapi juga untuk menjamin dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah terpencil seperti Lembata.

Kunjungan monitoring Wabup Nasir ke tiga sekolah di Kecamatan Atadei dan Wulandoni, ternyata menemukan beberapa ketidaksesuaian material dan pekerjaan pada proyek revitalisasi, meskipun progres pembangunan di ketiga lokasi telah mencapai sekitar kurang lebih 70 persen.

Kondisi paling memprihatinkan ada di SDI Posiwatu, yang menerima dana Rp1,294 miliar dengan durasi pengerjaan 120 hari kalender terhitung 30 Agustus hingga 30 Desember 2025. 

Wabup Nasir menemukan bahwa tinggi bangunan kantor tidak sesuai RAP, dan yang lebih mencolok, pintu toilet yang seharusnya berbahan aluminium justru dipasang seng spandek, dan tembok atas segitiga serta plafon belum diplamir. 

Mengenai temuan ini, Wabup Nasir tidak berkompromi. "Dana yang begitu besar tidak boleh diragukan kualitasnya. Segala yang tidak sesuai harus segera diganti dan diperbaiki," tegasnya. 

Temuan ini menjadi catatan penting dan direkomendasikan untuk segera diperbaiki sesuai RAP sebelum menimbulkan dampak hukum ke depan.

Sebelumnya, di SDI Waipei dengan dana APBN sebesar Rp675 juta, pelaksanaan pekerjaan dari 1 September hingga 31 Desember 2025, meskipun finishing baik, pemasangan kabel listrik tidak memenuhi standar.

Hal ini juga menjadi rekomendasi Wabup Nasir untuk segera diperbaiki. Kondisi yang mirip juga ditemukan di SDN Alap Atadei, di mana saklar dan stop kontak tidak sesuai spesifikasi dalam RAP. 

SDN Alap Atadei sediri, menerima dana revitalisasi APBN sebesar Rp881,794 juta, dengan waktu pelaksanaan pekerjaan 120 hari kalender terhitung 30 Agustus hingga 30 Desember 2025.

Semua temuan tersebut langsung diberi instruksi perbaikan segera oleh Wabup Nasir.

Menyusul temuan-temuan ini, pihak sekolah yang bertanggung jawab sebagai pengelola proyek swakelola revitalisasi dana APBN memberikan tanggapan langsung. 

"Kami menyampaikan terima kasih atas monitoring yang dilakukan. Masukan dan rekomendasi yang diberikan Bapak Wakil Bupati, kami pasti memperhatikannya," ujar salah satu Kepala Sekolah yang dikunjungi. 

"Kami sepenuhnya menyetujui instruksi Wabup. Semua ketidaksesuaian akan diperbaiki dalam beberapa waktu ke depan, tanpa menambah beban anggaran dan tidak menunda jadwal penyelesaian proyek," tambahnya lagi.

Selain pengawasan proyek, Wabup Nasir juga menyempatkan diri bertatap muka dengan warga Waipei yang mengadu kelangkaan air bersih. 

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan BPBD dan pihak Kementerian terkait untuk mencari solusi permasalahan vital ini. 

Dari hasil temuan di lapangan, Wabup Nasir menyoroti lemahnya pengawasan internal dari pengawas proyek. 

Ia menggarisbawahi bahwa sebenarnya pembangunan fisik gedung sekolah dan sarana lainnya tidak seharusnya ada temuan, karena pihak sekolah yang langsung sebagai Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). 

Hal ini mestinya akan lebih baik dalam menjaga mutu pekerjaan tapi kenyataannya, masih ditemukan beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAP, sehingga harus diperbaiki.

Ia kemudian juga mengajak masyarakat turut berperan sebagai pengawas untuk kepentingan bersama. 

Langkah tegas Wabup Nasir ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam pengawasan dan monitoring secara berlapis.

"Monitoring pemerintah adalah kontrol berlapis agar tidak ada kelalaian yang menyebabkan persoalan hukum," tegas Wabup Nasir. 

Hal ini dilakukan agar proyek yang dianggarkan dari dana APBN berjalan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak manapun, serta memastikan gedung yang dibangun dapat bermanfaat bagi masyarakat dan generasi penerus untuk jangka panjang.

Dengan adanya revitalisasi infrastruktur pendidikan di Lembata, diharapkan berkontribusi positif pada peningkatan mutu sumber daya manusia di tanah Lepan Batan.

Namun demikian, tantangan seperti memastikan kepatuhan terhadap RAP, mengatasi kendala logistik di daerah terpencil, dan memperkuat pengawasan internal, perlu terus diatasi. 

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan jangka panjang program ini.(Prokompim / Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Lembata Raih IPP Tertinggi di NTT, 10 Layanan Masih Tertahan di Kategori C

Ini menjadi tantangan Pemerintah Daerah untuk menjaga ritme kerja birokrasi, memperkuat kolaborasi di semua lintas sekt

| Kamis, 26 Maret 2026
Pemda Lembata Gelar Turnamen Mancing Nasional, Gaet Peserta Mancanegara

Fokus utama pembahasan adalah penyelenggaraan turnamen memancing yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan

| Kamis, 19 Maret 2026
Banyak Catatan Kritis DPRD Lembata di Musrenbang RKPD 2027

Ketua DPRD Syafrudin Sira, dalam penyampaian pokok-pokok pikiran lembaganya, tidak hanya memberi dukungan politik terhad

| Rabu, 18 Maret 2026
PAD Lembata Melambat, Bupati Kanis; Percepat Kinerja dan Optimalisasi

Pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi lambatnya realisasi PAD, terutama pada sektor paja

| Selasa, 17 Maret 2026
Antisipasi Harga Pangan, Pemerintah Lembata Gelontorkan 75 Ton Pangan Murah

Pemerintah daerah menilai intervensi pasar perlu dilakukan lebih awal untuk meredam potensi lonjakan harga yang biasanya

| Selasa, 17 Maret 2026
Resmi Kantor Pelni Lembata, Bupati Kanis; Menjadi Langkah Penggerak Ekonomi

Kantor ini ke depan akan ditingkatkan statusnya menjadi kantor cabang. Prosesnya sedang berjalan dan tidak lama lagi ak

| Rabu, 11 Maret 2026
Di Forum Legio Maria, Bupati Lembata Singgung Fiskal Daerah

Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, dan dihadiri Romo Deken Lembata,

| Senin, 16 Maret 2026
Dealer Suzuki Mobil Lembata Berbagi Kasih dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap peran dunia usaha, kegiatan semacam ini menjadi cara perusahaan me

| Minggu, 15 Maret 2026
Pemerintah Lembata Bahas Revitalisasi Depot BBM Bersama PT Grayson Alfarezy Sapujagad

Keberadaan depot BBM di Lewoleba dinilai sangat strategis mengingat selama ini pasokan BBM di Kabupaten Lembata masi

| Minggu, 15 Maret 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan

TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 PojokNesia
Allright Reserved
CONTACT US Lewoleba
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281353967028
POJOKNESIA
Viewers Now: 4