Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi sosial dan kemandirian ekonomi kelompok rentan.

Admin
Senin, 28 September 2026 | 16:09:43 WIB
Dok. Prokopim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com — Pemerintah Kabupaten Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida memperkuat kerja sama penanggulangan dan penanganan penyakit kusta melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama di Kabupaten Lembata.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq mewakili Pemerintah Kabupaten Lembata bersama Ketua Yayasan Sosial Ibu Anfrida, Maria Hapa, S.Ked, di ruang kerja Bupati Lembata, Kamis (24/9/2026).

Dokumen bernomor T.100.3.7/30/SETDA/IX/2026 dan YANSIA:80/MoU/IX/2026 menjadi landasan kemitraan kedua pihak dalam pelayanan kesehatan dan penanganan kusta secara terpadu serta berkelanjutan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/gangguan-kabel-laut-lewolebabu2-telekomunikasi-di-lembata-terdampak

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat penjaringan kasus secara dini, fasilitasi pengobatan, rehabilitasi, perawatan luka, pendampingan minum obat, serta upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta dan Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK). 

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi sosial dan kemandirian ekonomi kelompok rentan.

Ruang lingkup kerja sama mencakup fasilitasi dan pendampingan pengobatan medis pasien kusta di puskesmas dan Rumah Kasih Gabriel Manek, penjaringan kasus secara aktif di masyarakat, pendampingan untuk mencegah pasien putus obat, dukungan psikososial dan konseling bagi pasien, OYPMK dan keluarga, kampanye edukasi publik untuk menghilangkan stigma, serta rehabilitasi medis dan sosial-ekonomi bagi OYPMK.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/pembangunan-pltp-atadei-10-mw-mulai-dipercepat-operasi-ditargetkan-2030

Suster Maria Marsela, yang mendampingi Ketua Yayasan Sosial Ibu Anfrida, mengatakan kehadiran yayasan di Lembata merupakan bagian dari misi pelayanan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang mengalami kusta maupun mereka yang pernah mengalami kusta.

Menurutnya, pelayanan yayasan akan dilakukan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat melalui kunjungan dari rumah ke rumah dan desa ke desa. Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan kusta tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga stigma, diskriminasi dan beban sosial yang dialami pasien serta keluarganya.

“Untuk obat-obat tentunya dari pemerintah. Artinya, kalau kami yang menangani tetapi selalu bersama dengan pemerintah. Karena untuk klinik kami belum bisa karena memang tenaga belum ada sehingga kami lebih pada homecare, kita keluar ke desa-desa untuk menemui mereka,” ujar Suster Maria Marsela.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/terima-aspirasi-fokal-pemkab-lembata-kaji-delapan-tuntutan

Ia mengatakan kunjungan langsung memungkinkan para suster membangun komunikasi dengan pasien, mendengarkan pengalaman mereka serta memberikan dukungan moral dan sosial. Pola pelayanan tersebut sebelumnya telah dilakukan yayasan bagi penderita kusta di Kefamenanu, Timor Tengah Utara.

Sementara itu, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyambut baik kehadiran Yayasan Sosial Ibu Anfrida sebagai mitra pemerintah daerah dalam memperluas pelayanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat.

“Ini sebuah misi pelayanan yang sangat penting bagi masyarakat Lembata. Tentunya sebagai pemerintah daerah, kami akan bekerjasama dan mendukung sepenuhnya semua aktivitas dan program kegiatan yayasan yang bermanfaat bagi masyarakat Lembata,” kata Bupati Kanis Tuaq.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/bupati-lembata-kaji-tpp-bagi-255-pppk-paruh-waktu

Bupati mengatakan pemerintah daerah akan memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan yang dimiliki, termasuk membangun sinergi dengan perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan dan pemerintah desa/kelurahan dalam pelaksanaan program.

Secara kelembagaan, Kesepakatan Bersama memberikan ruang bagi Pemerintah Kabupaten Lembata untuk mendelegasikan pelaksanaan kerja sama kepada perangkat daerah dan pemerintah desa/kelurahan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Sementara Yayasan Sosial Ibu Anfrida dapat mendelegasikan pelaksanaannya kepada unsur dalam lingkup yayasan sesuai tugas dan fungsi.

Yayasan Sosial Ibu Anfrida merupakan organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penjaringan kasus kusta, fasilitasi pengobatan, rehabilitasi, perawatan luka, pendampingan minum obat dan penghapusan stigma terhadap penderita kusta.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/groundbreaking-knmp-lembata-dimulai-enam-lokasi-disiapkan

Di Lembata, pelayanan yayasan diperkuat melalui Rumah Kasih Gabriel Manek di Edam, Desa Merdeka, Kecamatan Lebatukan. Kehadiran unit pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pendekatan pelayanan kepada penderita kusta dan OYPMK melalui pendampingan langsung di tengah masyarakat.

Berbeda dengan pola pelayanan rumah sakit yang menunggu pasien datang, pelayanan yayasan diarahkan untuk mendatangi masyarakat, menemukan kasus secara aktif, mendampingi proses pengobatan dan membangun kembali kepercayaan diri pasien serta OYPMK.

Kesepakatan Bersama ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang atau diperbarui berdasarkan kesepakatan kedua pihak. Pelaksanaan teknis kerja sama selanjutnya akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), sementara pembiayaan dilaksanakan secara proporsional sesuai kewenangan masing-masing pihak dan sumber pendanaan yang sah.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/revitalisasi-sekolah-di-lembata-diguyur-rp20-miliar-dinas-minta-laporan-fisik

Penandatanganan tersebut turut dihadiri perwakilan Yayasan Sosial Ibu Anfrida, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Plt. Kepala Dinas Sosial P2KB, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Lembata.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penanganan aspek medis, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menemukan kasus lebih dini, memastikan keberlanjutan pengobatan, memulihkan fungsi sosial OYPMK dan membangun lingkungan masyarakat Lembata yang bebas dari stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta. ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Boxing Camp Jadi Ruang Baru Generasi Muda Lembata Meniti Karier Tinju

Pemerintah daerah mengapresiasi langkah Willem Lojor membangun pusat pembinaan tinju yang tidak hanya diarahkan untuk me

| Selasa, 15 September 2026
Melalui Program Desa Berdaya, PLN UIP Nusra Perluas Akses Air Bersih

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dijalankan berkolaborasi dengan Yayasan Payung Perjuangan Humani

| Selasa, 15 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan