Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Dinkes Lembata Gandeng Tokoh Agama Sosialisasikan HIV/AIDS Jelang Hari AIDS Sedunia

Setiap Puskesmas ditargetkan melaksanakan kegiatan tersebut pada minimal empat kelompok masyarakat

Paul Moruk
Minggu, 23 November 2025 | 09:40:02 WIB
Suasana Pemeriksaan HIV/AIDS oleh Dinas Kesehatan Lembata di Pantai Wulon Luo.

Lembata, Pojoknesia.com – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata bekerja sama dengan seluruh Puskesmas menginisiasi kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait HIV/AIDS serta melaksanakan kunjungan anjangsana kepada para tokoh agama di Kabupaten Lembata.

Rencana tersebut telah disampaikan kepada seluruh Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan primer dan mendapatkan respons yang positif. 

Salah satu unit kerja yang telah melaksanakan kegiatan tersebut adalah Puskesmas Lewoleba, yang pada Jumat, 21 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Guru, mengadakan sosialisasi dan edukasi HIV/AIDS bagi para guru di Pantai Wisata Wulen Luo.

Dalam suasana kegiatan yang berlangsung di area pantai tersebut, Tim Sosialisasi HIV/AIDS Puskesmas Lewoleba memanfaatkan kesempatan untuk memberikan paparan menyeluruh mengenai pencegahan, mekanisme penularan, serta penanganan HIV/AIDS kepada para guru yang hadir. 

Para pendidik dinilai sebagai kelompok strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan secara benar kepada para siswa dan masyarakat luas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr. Goerillya Huar Noning, melalui Penata Kelola Layanan Orang dengan Risiko Terinfeksi HIV/AIDS, Darius Baki Akamaking, SKM., membenarkan adanya kegiatan tersebut saat dikonfirmasi oleh media.

Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyambut puncak peringatan Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember.

"Iya, benar. Mereka sudah melaporkan kepada kami dan kami sangat mengapresiasi hal itu. Mereka luar biasa karena mampu membangun komunikasi dan jejaring yang baik sehingga dapat memanfaatkan momentum Hari Guru. Dalam situasi efisiensi seperti sekarang, kreativitas dan inovasi seperti ini sangat kita perlukan," ujar Darko, sapaan akrabnya, melalui pesan WhatsApp.

Lebih lanjut, Darko memaparkan bahwa terdapat dua agenda utama dalam rangka peringatan tahun ini. Pertama, kegiatan sosialisasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat dalam kelompok kecil seperti RT, dasawisma, atau kelompok serupa.

Setiap Puskesmas ditargetkan melaksanakan kegiatan tersebut pada minimal empat kelompok masyarakat.

Agenda kedua adalah kegiatan anjangsana ke tokoh agama di seluruh Kabupaten Lembata. Masing-masing Puskesmas diimbau untuk berkoordinasi dengan tokoh agama, baik Katolik, Islam, maupun Protestan di wilayah kerjanya agar dapat menyediakan ruang untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Kami belajar dari pengalaman bahwa sosialisasi lebih efektif bila dilakukan dalam kelompok kecil. Pola ini sebenarnya belum terbiasa kita lakukan, sehingga momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk memulainya. Demikian pula, peran tokoh agama sangat besar dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Kami berharap melalui kunjungan ini, para tokoh agama dapat memberikan perhatian khusus," jelasnya.

Terkait pertanyaan mengenai meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lembata, Darko membenarkan adanya kenaikan tersebut. Ia menyebutkan bahwa selama sepuluh tahun terakhir terdapat 364 kasus kumulatif. Dari jumlah itu, 203 orang masih aktif menjalani pengobatan, sementara sisanya berhenti berobat karena berbagai faktor salah satunya adalah telah meninggal dunia.

"Penemuan kasus baru fluktuatif, namun hampir selalu berada di atas angka 20 setiap tahun. Ini menandakan bahwa kita benar-benar membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk mereka yang bersedia bekerja secara sukarela demi kepentingan bersama," ungkap Darko, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Puskesmas Waipung.

Ia menambahkan, “Kami di Dinas Kesehatan bersama jaringan Puskesmas dan rumah sakit sudah berupaya maksimal di hilir, ketika pasien sudah dalam kondisi sakit berat. Di tahap itu kami masih bisa membantu. Namun persoalan di hulu terlalu besar, dan kami tidak bisa lagi bekerja sendirian.”

Informasi yang diterima menyebutkan bahwa potensi penularan HIV di Kabupaten Lembata saat ini cukup tinggi. Beberapa faktor pemicu antara lain tingginya jumlah pekerja migran yang kembali dengan status HIV positif, meningkatnya jumlah pekerja seks lokal, serta bertambahnya populasi hubungan sesama jenis (gay) yang hingga kini masih sulit dijangkau.

Darko mengibaratkan kondisi tersebut sebagai situasi ketika dokter salah memberikan resep akibat kekeliruan diagnosis. “Ibaratnya, pasien mengalami sakit lambung tetapi dokter meresepkan obat untuk paru-paru,” pungkasnya melalui pesan WhatsApp. (Prokompim / Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Pemkab Lembata Kembali Raih Opini WTP Untuk Keenam Kalinya

BPK RI sebagai auditor eksternal pemerintah telah menilai dan memberikan opini wajar tanpa pengecualian terhadap informa

| Rabu, 10 Juni 2026
Desa Laranwutun Resmi Dipimpin Penjabat Baru, Bupati Harap Pelayanan Warga Meningkat

Pemerintah desa merupakan garda terdepan penyelenggaraan pemerintahan karena berhadapan langsung dengan kebutuhan dan pe

| Jumat, 05 Juni 2026
E-Kusuka di Lembata Bisa Jadi ATM hingga Akses Pinjaman

Program dari Kementerian Perikanan dan Kelautan RI ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas resmi, tetapi juga memil

| Senin, 01 Juni 2026
Sapi Kurban Presiden hingga Pemkab Lembata Mulai Didistribusikan ke Masjid

Bantuan yang berasal dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Gubernur Nusa Tenggara Timur, dan Pemerintah

| Jumat, 22 Mei 2026
HIDUP CUP U-15 Resmi Bergulir, Lembata Bidik Talenta Muda Menuju Soeratin Cup

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung strategis pembinaan generasi muda yang diharapkan mampu melahir

| Jumat, 22 Mei 2026
Bupati Tekankan Solidaritas, Wakil Angkat Rehumanisasi Kehidupan Idul Adha di Waowala

Pesan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah menghendaki nilai agama hadir dalam praktik kehidupan seha

| Kamis, 28 Mei 2026
Pengembangan Jagung Industri LKARI Jadi Harapan Baru Pertanian Lembata

Sebagai wujud nyata dukungan, Pemerintah Kabupaten Lembata bersedia menyediakan lahan seluas kurang lebih 10 hektar di

| Selasa, 26 Mei 2026
Akhir Mei Ini Pemkab Lembata Gelar Turnamen Mancing Internasional

Turnamen memancing berskala internasional itu sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 22–23 Mei 2026. Namun, jadwal p

| Kamis, 21 Mei 2026
Antrean BBM di Lembata Mulai Terurai

Sebelumnya antrean kendaraan untuk pengisian BBM kerap membludak hingga memakan sebagian badan jalan dan menyebabkan kem

| Senin, 18 Mei 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan