Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


KPOTI NTT Gelar TEMAN KITA 2026 di Lembata, Hadirkan Ruang Bermain dan Belajar bagi Anak

Kegiatan yang mengusung konsep live in ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta.

Admin
Jumat, 07 Agustus 2026 | 11:12:06 WIB
Suasana ketika para peserta menampilkan salah satu permainan tradisional

Lembata, Pojoknesia.com – Komunitas Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Komunitas Baibereun menggelar kegiatan TEMAN KITA 2026 (Teras Main Kekinian Lembata) dengan tema “Bersama Bermain, Bersama Berdaya” di Desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, pada tanggal 6–8 Agustus 2026.

Kegiatan yang mengusung konsep live in ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta. Pasalnya, selama kegiatan berlangsung peserta tinggal bersama keluarga-keluarga di Desa Dulitukan. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya mengikuti berbagai perlombaan permainan tradisional, tetapi juga membangun interaksi sosial, belajar nilai kebersamaan, serta mengenal kehidupan masyarakat secara langsung.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/dinas-kearsipan-dan-perpustakaan-lembata-tingkatkan-layanan-publik-melalui-standar-pelayanan-digital

Ketua KPOTI NTT, Sandro Wangak, menjelaskan bahwa bermain merupakan aktivitas mendasar dalam kehidupan manusia yang telah ada jauh sebelum kebudayaan berkembang. Menurutnya, bermain menjadi pemicu lahirnya berbagai ide, kreasi, dan inovasi.

“Bermain adalah aktivitas sukarela yang tidak dibatasi ruang dan waktu, memiliki aturan yang disepakati bersama, serta mampu menghadirkan dua efek psikologis sekaligus, yakni menegangkan dan menggembirakan,” ujarnya.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/pendapatan-pkb-dan-opsen-pkb-2026-naik-signifikan-lembata-masuk-dua-besar-di-ntt

Ia menambahkan, saat bermain manusia tidak hanya menunjukkan dirinya sebagai Homo Ludens atau makhluk yang bermain, tetapi juga sebagai Homo Sapiens yang berpikir dan Homo Faber yang berkarya.

Sebagai contoh, Sandro menuturkan permainan gasing atau kote yang dikenal masyarakat Lembata. Menurutnya, permainan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan media yang mendorong anak-anak untuk mengembangkan imajinasi, ketelitian, keterampilan, dan kreativitas.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/kinerja-gemilang-tiga-opd-dongkrak-pad-lembata-hingga-rp17-miliar

“Ketika seseorang bermain gasing, ia sedang mengekspresikan pemikiran tentang bentuk, keseimbangan, kecepatan, serta ketangkasan. Bahkan proses pembuatannya pun membutuhkan kreativitas dan keterampilan dalam memilih serta membentuk kayu menjadi gasing,” jelasnya.

Sandro menilai, perkembangan zaman telah mengubah pola bermain anak-anak. Pada tahun 2026, permainan yang lahir dari imajinasi dan kreativitas anak-anak di Lembata semakin berkurang. Sebagian besar mainan yang digunakan merupakan produk pabrikan yang siap pakai, sehingga anak-anak hanya terlibat sebagai pengguna dan tidak lagi menjadi pencipta permainan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/keunikan-sarung-adat-ile-ape-proses-3-tahun-hargai-rp25-juta-memukau-pengunjung-festival-lamaholot

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memengaruhi perkembangan daya imajinasi dan kreativitas anak yang sejatinya sangat penting dalam masa tumbuh kembang dan proses belajar.

“Atas dasar refleksi itu, KPOTI NTT bersama Komunitas Baibereun mendesain kegiatan yang sarat dengan nuansa bermain sebagai ruang untuk mengembangkan kreativitas, interaksi sosial, dan pembelajaran anak-anak Lembata,” katanya.

Kedua komunitas tersebut meyakini bahwa menciptakan ruang bermain yang aman, nyaman, dan menyenangkan dapat memberikan kontribusi positif bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, permainan juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antaranak serta menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/bupati-dan-wakil-bupati-lembata-hadiri-upacara-hut-ke-80-bhayangkara

Dalam TEMAN KITA 2026, peserta akan mengikuti berbagai permainan rakyat dan olahraga tradisional khas Lembata. Beberapa cabang yang diperlombakan antara lain tali merdeka, kasti tradisional, gasing atau kote, tembak karet, hadang, egrang, serta kemote atau congklak.

Selain perlombaan, kegiatan ini juga menghadirkan Parade Permainan sebagai salah satu agenda utama. Dalam parade tersebut, peserta akan menampilkan berbagai jenis permainan tradisional beserta cerita dan nilai yang terkandung di dalamnya. Anak-anak ditempatkan sebagai pusat kegiatan sekaligus aktor utama yang memperkenalkan kekayaan permainan rakyat kepada masyarakat.

Melalui TEMAN KITA 2026, KPOTI NTT dan Komunitas Baibereun berharap permainan tradisional tidak hanya tetap lestari, tetapi juga menjadi sarana pendidikan yang mampu membentuk karakter, kreativitas, dan kemandirian anak-anak Lembata di tengah arus modernisasi yang pesat ini. ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Lembata Lantik Yohakim Dasion Jadi Kades PAW Lamalera A

Selain pelantikan Kades, Ketua TP-PKK Kecamatan Wulandoni pada kesempatan yang sama juga melantik Ketua TP-PKK sekaligu

| Rabu, 09 September 2026
Liga Persebata 2026 Resmi Dimulai, Sportivitas Jadi Sorotan Wabup Nasir

Wabup Nasir menegaskan bahwa sepak bola mengajarkan nilai penting dalam kehidupan, yakni kerja keras, disiplin, sportivi

| Senin, 07 September 2026
Pimpin Rapat Evaluasi APBD 2026, Bupati Kanis: OPD Jangan Fokus Menghabiskan Anggaran

Rapat evaluasi ini guna memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, disiplin, dan tepat sasaran.

| Jumat, 04 September 2026
Lembata Bidik Investasi Jambu Mete, Bupati Kanis Genjot Peremajaan 2 Ribu Hektar

Selain pengembangan jambu mete, Pemerintah Kabupaten Lembata juga terus mendorong program strategis pertanian melalui pe

| Senin, 31 Agustus 2026
Bupati Lembata Lantik Kepsek dan Guru, Ingatkan Pentingnya Dedikasi

Secara keseluruhan 90 kepala sekolah menerima SK sebagai bagian dari penataan, terdiri dari jenjang PAUD 14 orang, SD 62

| Sabtu, 29 Agustus 2026
Dorong Kemandirian Pakan Ternak, Bupati Lembata Libatkan Bank NTT

Bupati Kanis menjadikan momen pertemuan itu sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor antara pemerin

| Jumat, 28 Agustus 2026
Hadapi Ancaman Kekeringan, Bupati Lembata Resmikan Sumur Bor

Kehadiran fasilitas sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsi

| Jumat, 28 Agustus 2026
Pemkab Lembata Gandeng Bank NTT, Hadirkan Layanan Publik Terpadu Satu Atap

Penandatanganan yang berlangsung di Aula Mal Pelayanan Publik Kabupaten Lembata itu dilakukan langsung oleh Bupati Lemba

| Kamis, 06 Agustus 2026
Kedang Didorong Jadi Destinasi Baru, Bupati Lembata Serahkan Bantuan Nelayan dan Pangan

Bantuan mesin disalurkan kepada kelompok nelayan tiga desa, yakni Kalikur, Mampir, dan Tobotani, yang merupakan aspiras

| Kamis, 27 Agustus 2026
Bank NTT Hadir di Wulandoni, Dorong Kawasan Selatan Lembata Jadi Sentra Ekonomi Baru

Keberadaan pelabuhan perintis telah membuka ruang ekonomi yang lebih luas. Namun, konektivitas tersebut perlu diperkuat

| Selasa, 25 Agustus 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan