Lembata, Pojoknesia.com – Komunitas Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Komunitas Baibereun menggelar kegiatan TEMAN KITA 2026 (Teras Main Kekinian Lembata) dengan tema “Bersama Bermain, Bersama Berdaya” di Desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, pada tanggal 6–8 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengusung konsep live in ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta. Pasalnya, selama kegiatan berlangsung peserta tinggal bersama keluarga-keluarga di Desa Dulitukan. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya mengikuti berbagai perlombaan permainan tradisional, tetapi juga membangun interaksi sosial, belajar nilai kebersamaan, serta mengenal kehidupan masyarakat secara langsung.
Ketua KPOTI NTT, Sandro Wangak, menjelaskan bahwa bermain merupakan aktivitas mendasar dalam kehidupan manusia yang telah ada jauh sebelum kebudayaan berkembang. Menurutnya, bermain menjadi pemicu lahirnya berbagai ide, kreasi, dan inovasi.
“Bermain adalah aktivitas sukarela yang tidak dibatasi ruang dan waktu, memiliki aturan yang disepakati bersama, serta mampu menghadirkan dua efek psikologis sekaligus, yakni menegangkan dan menggembirakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat bermain manusia tidak hanya menunjukkan dirinya sebagai Homo Ludens atau makhluk yang bermain, tetapi juga sebagai Homo Sapiens yang berpikir dan Homo Faber yang berkarya.
Sebagai contoh, Sandro menuturkan permainan gasing atau kote yang dikenal masyarakat Lembata. Menurutnya, permainan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan media yang mendorong anak-anak untuk mengembangkan imajinasi, ketelitian, keterampilan, dan kreativitas.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/kinerja-gemilang-tiga-opd-dongkrak-pad-lembata-hingga-rp17-miliar
“Ketika seseorang bermain gasing, ia sedang mengekspresikan pemikiran tentang bentuk, keseimbangan, kecepatan, serta ketangkasan. Bahkan proses pembuatannya pun membutuhkan kreativitas dan keterampilan dalam memilih serta membentuk kayu menjadi gasing,” jelasnya.
Sandro menilai, perkembangan zaman telah mengubah pola bermain anak-anak. Pada tahun 2026, permainan yang lahir dari imajinasi dan kreativitas anak-anak di Lembata semakin berkurang. Sebagian besar mainan yang digunakan merupakan produk pabrikan yang siap pakai, sehingga anak-anak hanya terlibat sebagai pengguna dan tidak lagi menjadi pencipta permainan.
Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memengaruhi perkembangan daya imajinasi dan kreativitas anak yang sejatinya sangat penting dalam masa tumbuh kembang dan proses belajar.
“Atas dasar refleksi itu, KPOTI NTT bersama Komunitas Baibereun mendesain kegiatan yang sarat dengan nuansa bermain sebagai ruang untuk mengembangkan kreativitas, interaksi sosial, dan pembelajaran anak-anak Lembata,” katanya.
Kedua komunitas tersebut meyakini bahwa menciptakan ruang bermain yang aman, nyaman, dan menyenangkan dapat memberikan kontribusi positif bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, permainan juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antaranak serta menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/bupati-dan-wakil-bupati-lembata-hadiri-upacara-hut-ke-80-bhayangkara
Dalam TEMAN KITA 2026, peserta akan mengikuti berbagai permainan rakyat dan olahraga tradisional khas Lembata. Beberapa cabang yang diperlombakan antara lain tali merdeka, kasti tradisional, gasing atau kote, tembak karet, hadang, egrang, serta kemote atau congklak.
Selain perlombaan, kegiatan ini juga menghadirkan Parade Permainan sebagai salah satu agenda utama. Dalam parade tersebut, peserta akan menampilkan berbagai jenis permainan tradisional beserta cerita dan nilai yang terkandung di dalamnya. Anak-anak ditempatkan sebagai pusat kegiatan sekaligus aktor utama yang memperkenalkan kekayaan permainan rakyat kepada masyarakat.
Melalui TEMAN KITA 2026, KPOTI NTT dan Komunitas Baibereun berharap permainan tradisional tidak hanya tetap lestari, tetapi juga menjadi sarana pendidikan yang mampu membentuk karakter, kreativitas, dan kemandirian anak-anak Lembata di tengah arus modernisasi yang pesat ini. ***