Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Kelangkaan BBM di Lembata, Ditanggapi Serius oleh Bupati dan Wakil Bupati

Pemerintah daerah berencana untuk memanggil pengelola tiga SPBU yang ada di Kota Lewoleba. Langkah ini diambil untuk mendapatkan penjelasan terkait penyebab kelangkaan BBM yang terjadi.

Paul Moruk
Senin, 10 Maret 2025 | 16:20:40 WIB
Dok. (Fb. AV)

Pojoknesia, Lembata - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi selama satu minggu terakhir di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah memicu antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 


Menanggapi situasi tersebut, Bupati Petrus Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati Muhamad Nasir langsung mengambil tindakan cepat.


Pada Senin, 10 Maret 2025, Bupati Kanis Tuaq bersama Wakil Bupati Nasir terjun langsung memantau kondisi kelangkaan dan antrean panjang yang terjadi di SPBU Lamahora dan SPBU Tanah Merah, Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape. Mereka mendapati situasi yang cukup memprihatinkan dan segera merencanakan langkah untuk mencari solusi.


Pada Selasa, 11 Maret 2025, pemerintah daerah berencana untuk memanggil pengelola tiga SPBU yang ada di Kota Lewoleba. Langkah ini diambil untuk mendapatkan penjelasan terkait penyebab kelangkaan BBM yang terjadi.


Dalam rapat kerja bersama pimpinan dan anggota DPRD Lembata pada Senin, 10 Maret 2025, Bupati Kanis Tuaq menjelaskan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati telah memantau langsung antrean panjang di dua SPBU tersebut. Ia mengungkapkan, akan segera memanggil manajer pengelola SPBU untuk membahas persoalan ini. Bupati Tuaq menekankan bahwa kelangkaan ini tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu.

“Besok kami akan panggil manajer untuk rapat, apakah ada unsur politik di balik ini, kita harus mencari tahu. Yang penting, jangan sampai masyarakat yang jadi korban,” tegas Bupati Kanis Tuaq.


Surat undangan untuk pertemuan dengan pengelola SPBU telah didistribusikan, dan pada Selasa, 11 Maret 2025, pihak terkait akan berkumpul untuk membahas akar masalah kelangkaan BBM yang tengah terjadi.


Kelangkaan BBM ini, terutama jenis Pertalite dan Pertamax, turut menyebabkan lonjakan harga jual di tingkat pengecer. Sebelumnya, BBM jenis Pertalite dan Pertamax dijual dengan harga Rp 20.000 per botol, namun kini harganya melonjak menjadi Rp 30.000 per botol, meski dengan takaran yang sudah dikurangi.


Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menyelesaikan masalah ini agar kelancaran distribusi BBM kembali normal dan masyarakat tidak semakin terbebani.


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan