Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

Pelaksanaan ProASN ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan karier ASN, baik untuk promosi, mutasi, rotasi maupun perencanaan pengembangan diri yang selaras dengan PermenPAN RB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN.

Paul Moruk
Kamis, 27 November 2025 | 11:30:41 WIB
347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

Lembata, Pojoknesia.com - Sebanyak 347 Pejabat Struktural Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lembata resmi mengikuti Program Penyediaan Data Potensi dan Kompetensi ASN, Profiling ASN (ProASN) yang diperuntukkan bagi pejabat dalam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Administrator, dan Pengawas.

Program nasional yang digagas Badan Kepegawaian Negara (BKN) ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, bertempat di Gedung CAT Mandiri BKPSDMD Kabupaten Lembata, Rabu (26/11/25).

Dalam arahan singkatnya, Sekda Paskalis Ola Tapo Bali menegaskan bahwa Profiling ASN merupakan program prioritas nasional BKN yang bertujuan memetakan potensi dan kompetensi ASN secara digital, cepat, objektif, serta tanpa biaya PNBP.

“Kita merebut kuota yang sudah diprogramkan oleh BKN tanpa anggaran dari kita,” ujar Sekda.

Menurutnya, pelaksanaan ProASN ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan karier ASN, baik untuk promosi, mutasi, rotasi maupun perencanaan pengembangan diri yang selaras dengan PermenPAN RB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN. 

Disebutkan, data hasil Profiling ASN akan membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan berbasis sistem merit, sekaligus memastikan penempatan pejabat sesuai potensi dan kapasitas terbaik yang dimiliki.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 26 hingga 28 November 2025, dengan melibatkan tim asesor BKN Kantor Regional X Denpasar. 

Para peserta dibagi ke dalam dua sesi setiap hari. Rincian Jumlah Peserta per Sesi: Rabu, 26 November 2025, Sesi pagi 60 peserta, Sesi siang 60 peserta. Kamis, 27 November 2025, Sesi pagi 60 peserta, Sesi siang 60 peserta. Jumat, 28 November 2025, Sesi pagi 51 peserta, Sesi siang 56 peserta. 

Seluruh peserta mengikuti serangkaian tes dengan prosedur berbasis komputer yang telah distandarkan oleh BKN, lengkap dengan petunjuk teknis, contoh soal, serta sistem penilaian otomatis.


Tes ProASN sendiri terdiri dari empat komponen utama yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang potensi dan kompetensi aparatur: Pertama, Tes Potensi. Mengukur kemampuan kognitif, analitis, logika, pemecahan masalah, serta indikator dasar kecerdasan emosional dan kemampuan belajar cepat.

Kedua, Tes Kompetensi. Mengacu pada PermenPAN RB Nomor 38 Tahun 2017, meliputi Kompetensi manajerial: integritas, komunikasi, orientasi hasil, pengambilan keputusan, kepemimpinan, pelayanan publik.

Kompetensi sosio-kultural: kepekaan terhadap keragaman, toleransi, serta peran sebagai perekat bangsa.

Ketiga, Tes Literasi Digital. Menilai kemampuan ASN dalam menghadapi tuntutan transformasi digital, mencakup: Digital skills, Digital culture, Digital ethics, Digital safety. 

Keempat, Tes Preferensi Karier (Tripatha Karir). Mengidentifikasi minat, motivasi, kecenderungan peran, serta preferensi penempatan yang paling sesuai untuk pengembangan karier ASN.

Di sini, peserta dituntut mengerjakan soal secara mandiri dalam batas waktu tertentu. Selain itu, usai tes mereka wajib mengisi kuesioner evaluasi kegiatan sebagai bagian dari standar pelaksanaan BKN.

Sekda Paskalis menekankan bahwa hasil akhir Profiling ASN akan menghasilkan profil potensi dan kompetensi yang mencakup kualifikasi, keterampilan, pengalaman, serta atribut kepribadian yang menentukan keberhasilan seorang ASN.

“Kompetensi kita seperti apa, potensi kita seperti apa, dan kemudian dipetakan ke dalam box-box mana yang paling sesuai,” tegas Sekda.

Ia menambahkan bahwa box sembilan merupakan level tertinggi dalam peta talenta nasional, yaitu posisi ASN dengan kinerja terbaik dan potensi tertinggi.

“Harapan saya, semua peserta mengikuti ProASN dengan sungguh-sungguh untuk mencapai box kesembilan, atau minimal box kelima ke atas. Ini penting untuk menunjukkan kinerja dan potensi yang bagus,” jelasnya.

Sekda juga mengingatkan bahwa ASN yang bekerja benar, sesuai kompetensi, dan menunjukkan hasil nyata akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk promosi jabatan.

Pemerintah Kabupaten Lembata menyampaikan harapan khusus kepada tim asesor BKN agar hasil tes ProASN dapat dipublikasikan, minimal untuk pejabat JPT, sehingga dapat menjadi rujukan dalam perencanaan pengembangan SDM aparatur daerah.

Dengan tersedianya data potensi dan kompetensi yang akurat, pemerintah daerah berharap ProASN mampu memperkuat implementasi manajemen talenta ASN, meningkatkan objektivitas dalam pengambilan keputusan kepegawaian, menghasilkan birokrasi yang adaptif, berintegritas, kompeten, dan mendorong terciptanya pemimpin daerah yang memenuhi standar nasional.

Dengan partisipasi 347 pejabat struktural, pemerintah daerah berharap terwujudnya transformasi kualitas ASN yang mampu mendukung pelayanan publik yang efektif, responsif, dan unggul sesuai tuntutan zaman. (Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan