Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Gubernur Melki Tekankan Efisiensi Anggaran, Bupati Lembata Dorong Kolaborasi Nyata di Raker Pemprov NTT

Inovasi tata kelola keuangan menjadi keharusan agar belanja daerah tepat biaya, tepat sasaran, dan tepat guna,” kata Gubernur Melki.

Paul Moruk
Minggu, 23 November 2025 | 09:50:44 WIB
Dok. Prokompim Setda Lembata

Kupang, Pojoknesia.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Kerja Gubernur bersama Bupati/Wali Kota se-NTT pada Jumat, 21 November 2025, di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang. 

Rapat kerja bertema 'Membangun NTT Lebih Maju Melalui Kolaborasi Inovatif' itu dibuka langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan dihadiri Wakil Gubernur, Johni Asadoma, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, serta jajaran unsur pimpinan daerah, instansi vertikal, serta BUMN dan BUMD.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menekankan bahwa pemerintah daerah dituntut untuk semakin kreatif di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional. Menurutnya, pengelolaan anggaran harus diarahkan pada belanja yang efisien dan tepat sasaran.

“Inovasi tata kelola keuangan menjadi keharusan agar belanja daerah tepat biaya, tepat sasaran, dan tepat guna,” kata Gubernur Melki di hadapan para kepala daerah dan pejabat yang hadir.

Gubernur Melki mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi, termasuk evaluasi tarif pajak dan retribusi agar tetap sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya mencari sumber-sumber pendapatan baru tanpa membebani rakyat.

Selain persoalan anggaran, Melki juga menyoroti risiko perubahan iklim ekstrem yang memengaruhi ketahanan wilayah NTT. Ia menilai pemerintah daerah harus memperkuat mitigasi bencana, membangun infrastruktur adaptif, dan meningkatkan sistem peringatan dini.

Di sektor kesehatan, Gubernur Laka Lena mendorong adanya pendekatan baru dalam pemerataan layanan, peningkatan fasilitas, serta penyediaan tenaga kesehatan yang lebih merata di setiap kabupaten dan kota.

Sementara itu, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan pandangan yang lebih menekankan aspek pelaksanaan kebijakan. 

Ia menilai bahwa kolaborasi lintas daerah yang menjadi tema utama Raker ini harus diwujudkan dalam bentuk program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kolaborasi tidak boleh berhenti pada tataran komitmen. Kita perlu memastikan bahwa setiap program yang dirumuskan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di daerah,” ujar Bupati Kanis Tuaq saat ditemui usai pembukaan Raker.

Ia menegaskan kesiapan Lembata untuk berpartisipasi aktif dalam agenda prioritas provinsi dan nasional, termasuk penanganan stunting, ketahanan pangan, hingga implementasi Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih.

“Lembata menghadapi tantangan yang khas, namun juga memiliki potensi besar. Dengan kerja bersama, kami percaya dapat memberikan kontribusi lebih kuat bagi pembangunan NTT,” tegas Bupati Kanis Tuaq.

Pada kesempatan itu, Pemprov NTT memberikan penghargaan kepada sepuluh kabupaten dengan kinerja terbaik dalam penurunan stunting tahun 2024, yakni Flores Timur, Manggarai Timur, Rote Ndao, Belu, Nagekeo, Ngada, Ende, Timor Tengah Utara, Sabu Raijua, dan Sumba Timur.

Sementara Pemkab Lembata, pada 12 November 2025, telah menerima penghargaan tingkat Nasional dari Kementerian Kesehatan RI atas pencapaian intervensi spesifik penurunan stunting untuk kategori Regional III.

Penghargaan itu diberikan mengingat angka stunting di Lembata tahun 2024 berada di angka 7,9 persen, jauh di bawah rata-rata Propinsi NTT yang masih di angka 15,20 persen.

Penghargaan yang diterima oleh Pemda Lembata ini sebagai bukti pengakuan Negara atas kerja kolaboratif lintas sektoral di Kabupaten Lembata.

Raker kemudian ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi dan seluruh kepala daerah. 

Komitmen itu mencakup 11 agenda strategis, antara lain: Pertama, Program pengentasan kemiskinan melalui akses layanan dasar, pelatihan keterampilan, modal usaha dan lapangan kerja. Kedua, Dukungan pada program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Kemandirian Pangan, Energi dan Air.

Ketiga, Perlindungan pekerja informal melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), termasuk pembagian kewenangan, dukungan penganggaran daerah, serta pelaksanaan pengawasan dan monitoring secara terpadu.

Keempat, Penanganan stunting melalui peningkatan akses terhadap makanan bergizi, perbaikan sanitasi dan kebersihan, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi bagi anak. Kelima, Perlindungan terhadap anak balita dari penyakit melalui pemberian imunisasi dasar lengkap.

Keenam, Pencegahan dan langkah preventif mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS melalui peningkatan kesadaran masyarakat, layanan kesehatan berkualitas, serta penanggulangan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Ketujuh, Pembangunan Rumah Layak Huni melalui skema pembiayaan bersama, serta memfasilitasi pembangunan perumahan terjangkau bagi yang berpenghasilan rendah.

Kedelapan, Meningkatkan sistem pengendalian internal pemerintah dan pencegahan korupsi. Kesembilan, Percepatan realisasi pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai kuota.

Kesepuluh, Percepatan pembangunan NTT Mart di wilayah Kabupaten/Kota. Kesebelas, Implementasi One Village One Product (OVOP) untuk peningkatan PAD 2026. (Prokompim Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Kinerja Gemilang Tiga OPD Dongkrak PAD Lembata Hingga Rp17 Miliar

Di sisi lain, secara agregat total pendapatan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

| Jumat, 03 Juli 2026
Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot

Nilai tinggi dari kain tenun ini bukan semata-mata karena harganya, melainkan karena proses pembuatan yang sangat panjan

| Kamis, 02 Juli 2026
Bupati dan Wakil Bupati Lembata Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden menegaskan bahwa seluruh pengabdian Polri harus

| Rabu, 01 Juli 2026
Aksi Nyata Bupati Lembata: Ikut Angkut Batu Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 pada Revitalisa

| Selasa, 30 Juni 2026
Operasi Besar Disiapkan Bupati-Wabup Lembata, Dugaan Bisnis Ilegal BBM Subsidi Jadi Target

Padahal kuota BBM subsidi yang disalurkan ke Lembata disebut sudah sesuai pengajuan daerah. Namun antrean panjang dan ke

| Senin, 29 Juni 2026
Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Penyampaian laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab eksekutif kepada legislatif dan masyarakat luas atas pengelolaa

| Senin, 29 Juni 2026
Festival Lamaholot 2026 Siap Guncang Lembata, Empat Hari Perayaan Budaya Menuju Panggung Dunia

Festival ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran UMKM dan tenun ikat, karnaval budaya, pertunjukan seni etn

| Senin, 29 Juni 2026
Bupati Kanis: Menjadi Pengelola Bank Sampah adalah Pekerjaan Mulia

Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisi

| Sabtu, 20 Juni 2026
Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak

Terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan kh

| Jumat, 19 Juni 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan