Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bupati Kanis Hadir di Seminar Keadilan Fiskal Nasional, Soroti Revitalisasi Prinsip Keberimbangan

Seminar ini menjadi wadah penting untuk membahas berbagai permasalahan, tantangan, dan peluang terkait kebijakan fiskal nasional yang berdampak pada daerah. Diskusi mendalam dilakukan untuk mencari solusi atas problematika fiskal yang selama ini membebani pemerintah daerah.

Admin
Jumat, 07 November 2025 | 09:48:23 WIB
Bupati Kanis Tuaq Hadir di Seminar Keadilan Fiskal Nasional di Kabupaten Flores Timur

Flotim, Pojoknesia.com - Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bursah Zarnubi, secara resmi membuka Seminar Keadilan Fiskal Nasional di Aula Asa Hotel, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Kamis (6/11/25). 

Seminar yang bertemakan "Revitalisasi Prinsip Keadilan Keberimbangan dalam Kebijakan Fiskal Nasional" ini dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dari seluruh Provinsi NTT, termasuk Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dan Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah APKASI NTT.

Seminar ini menjadi wadah penting untuk membahas berbagai permasalahan, tantangan, dan peluang terkait kebijakan fiskal nasional yang berdampak pada daerah. Diskusi mendalam dilakukan untuk mencari solusi atas problematika fiskal yang selama ini membebani pemerintah daerah.

Salah satu agenda utama dalam seminar ini adalah penandatanganan memorandum oleh 11 kepala daerah se-Provinsi NTT bersama Ketua Umum APKASI. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mengatasi masalah fiskal yang dihadapi daerah, sekaligus menyuarakan sikap tegas pemerintah daerah terhadap arah kebijakan fiskal nasional yang dinilai mulai menjauh dari semangat reformasi dan otonomi daerah.

Kerja sama terkait program-program unggulan Pemerintah Provinsi NTT, seperti Program Satu Desa Satu Produk dan Gerakan Beli NTT, juga menjadi sorotan utama. Program-program ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi, menekankan bahwa keadilan fiskal bukan sekadar urusan angka dan regulasi, tetapi persoalan hati nurani. Ia juga menegaskan bahwa APKASI adalah jembatan strategis yang menghubungkan pusat dan daerah, dan keadilan fiskal harus menjadi roh kebijakan nasional, bukan sekadar jargon politik.

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menegaskan dukungan penuh terhadap hasil yang disepakati dalam memorandum NTT. Ia menyatakan bahwa perjuangan keadilan fiskal bagi pembangunan di daerah adalah sebuah keharusan yang perlu diperjuangkan secara kolektif.

Seminar ini menghasilkan sembilan poin utama dalam menyikapi arah kebijakan fiskal nasional, terutama pada tahun anggaran 2026. Selain itu, seminar ini juga menghasilkan solusi konkret dan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan keadilan dan keberimbangan dalam kebijakan fiskal nasional, sehingga dapat mendukung pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah NTT.

Para kepala daerah yang hadir menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk konsolidasi sikap terhadap kebijakan pusat yang dinilai mulai menggeser prinsip keadilan dan kemandirian fiskal daerah. Hasil dari pertemuan ini akan menjadi dasar penting bagi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam merumuskan langkah bersama menyikapi arah kebijakan nasional.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas berbagai sudut pandang terkait persoalan fiskal, termasuk Direktur Dana Transfer Khusus Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan dengan materi Keadilan dalam Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah, dan Keadilan dalam Distribusi DAU antar Daerah dengan Memperhitungkan Kapasitas Fiskal.

Begitu juga Direktur Pembangunan Indonesia Timur BAPPENAS menyoroti Standar Pelayanan Minimal dan Perspektif Transformasi Perekonomian NTT dan Ketua Umum APKASI dengan materinya, Prospek Agregasi Kepentingan Daerah di Tengah Kecenderungan Kuat Resentralisasi.

Sementara Kepala Sub Direktorat Wilayah 3 Direktorat Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah Ditjen OTDA mengangkat, Adakah Framework Baru Otonomi Daerah, Apakah Resentralisasi 'Normal' dalam Perspektif Otonomi Daerah, dan Bagaimana Rasionalitas Basis-Basis Pertimbangan di Balik Tren Resentralisasi? Sedangkan Direktur Eksekutif KPPOD mengupas tentang Fakta-Fakta Otonomi Daerah dan Kelayakan Resentralisasi.

Kegiatan seminar ini diakhiri dengan pendalaman diskusi terhadap dokumen Memorandum NTT untuk Keadilan Fiskal Nasional, pembacaan memorandum, dan penandatanganan Memorandum NTT oleh seluruh perwakilan peserta yang hadir dari tiap daerah di Kabupaten/Kota se-NTT.

Beberapa tokoh yang hadir dalam acara tersebut, selain Bupati Lembata P Kanisius Tuaq dan Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen, hadir juga Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Walikota Kupang, Asisten III Nagekeo Silvester Teda Sada, Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani, Wakil Bupati Kupang Aurum O. Titu Eki, dan Plt. Sekretaris BKAD Sumba Barat Daya Martinus Satban. (Kominfo Lembata)


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan