Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Dugaan Pemerasan oleh Oknum Polisi di Lembata, Ombudsman Turun Tangan – Kapolres: Tidak Benar dan Semua Sesuai SOP

Dirinya mengaku telah memerintahkan Propam Polres Lembata untuk turun langsung ke lapangan guna memverifikasi laporan masyarakat.

Paul Moruk
Minggu, 05 Oktober 2025 | 19:31:40 WIB
Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Lembata, Pojoknesia.com – Sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lembata dikabarkan mengeluhkan adanya dugaan tindakan pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian setempat. Informasi tersebut segera menarik perhatian publik dan pejabat utama Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kemudian berkoordinasi dengan Kapolres Lembata untuk melakukan pengecekan kebenaran laporan tersebut.

“Jika benar ada pemerasan, Kapolres Lembata harus menindak tegas anggotanya. Para pelaku usaha juga perlu didengar keterangannya agar terang benderang. UMKM baru bangkit dari keterpurukan, mereka seharusnya dibantu, bukan ditakut-takuti apalagi diperas,” demikian pernyataan resmi yang diterima redaksi, Jumat (3/10/2025).

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, turut menyoroti kasus tersebut. Ia menilai dugaan tindakan pemerasan dengan modus pemasangan police line di beberapa warung makan dan toko roti di Kota Lewoleba dapat mencoreng citra kepolisian.

“Ombudsman menerima keluhan dari sejumlah pelaku usaha di Lembata terkait dugaan pemerasan oleh oknum polisi. Kami juga memantau pemberitaan media lokal dan nasional mengenai hal ini,” ungkap Darius Beda Daton, Kamis (2/10/2025).

Lebih lanjut, Daton menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Irwasda Polda NTT, Kombes Pol. Murry Miranda, untuk melakukan pengecekan ke Kapolres Lembata. 

“Jika benar terjadi pemerasan terhadap pelaku UMKM, maka oknum anggota harus ditindak tegas,” tegas Daton melalui pesan WhatsApp kepada sejumlah media di Lembata, Jumat (3/10/2025).

Ia juga meminta agar keterangan para pelaku usaha didengar guna memastikan kebenaran dugaan tersebut. “Tindakan seperti itu dapat merusak citra Polri yang saat ini sedang berupaya melakukan reformasi total,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Lembata AKBP Nanang Wahyudi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, membantah adanya praktik pemerasan sebagaimana diberitakan. Menurutnya, seluruh penyelidikan yang dilakukan oleh anggotanya telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Ia mengaku telah memerintahkan Propam Polres Lembata untuk turun langsung ke lapangan guna memverifikasi laporan masyarakat. 

“Pemeriksaan dilakukan setelah adanya aduan masyarakat terkait pembuangan limbah dapur dan minyak jelantah yang menimbulkan bau tidak sedap. Penyidik hanya memberikan edukasi dan himbauan, tidak ada permintaan atau penerimaan uang,” ujar Kapolres kepada wartawan, Sabtu (5/10/2025).

Kapolres Nanang juga membantah isu bahwa pemasangan police line di pabrik roti Lamahora dilakukan sebagai bentuk intimidasi. Ia menjelaskan tindakan tersebut semata-mata untuk kepentingan penyelidikan karena limbah produksi tidak melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Tindakan itu dilakukan murni dalam konteks penyelidikan lingkungan. Begitu juga dengan isu penerimaan uang dalam kasus galian C ilegal di Ile Ape — itu tidak benar,” tegas Kapolres.

Menurutnya, setiap tahapan penyelidikan selalu dilaporkan langsung kepada dirinya. “Jadi pemberitaan yang menyebut kegiatan tidak dilaporkan kepada saya itu tidak benar,” pungkas Kapolres AKBP Nanang Wahyudi. ***


Bagikan

Berita Terkini

Hadiri Festival Lamaholot, Bupati Lembata Komitmen Jaga Budaya dan Dorong Transformasi Ekonomi

Gubernur berharap, ikatan kekerabatan yang menjadi ciri khas masyarakat Lamaholot tidak berhenti pada seremoni semata, m

| Sabtu, 11 April 2026
Keluarga Tak Puas, Minta Autopsi Ungkap Kematian Kades Laranwutun

Selain mendesak Polres Lembata keluarga juga telah menggelar seremonial adat yaitu Buka Lewu.

| Jumat, 10 April 2026
ASDP Tak Mampu Yakinkan Kapten, Upaya 6 Bulan Pemda Lembata Sia-sia

Pihak Syahbandar mengatakan bahwa metode sandar yang saat ini digunakan memiliki risiko tinggi, apalagi struktur mooring

| Kamis, 09 April 2026
Kapal Ferry Gagal Sandar, FORMALEN Ancam Blokir Pelabuhan Lewoleba

FORMALEN menegaskan bahwa secara teknis, pelabuhan sudah siap untuk sandar. Pembersihan puing-puing tiang dolphin nomor

| Jumat, 10 April 2026
Jaga Kesakralan Semana Santa Larantuka, Peziarah Diminta Tak Mengutamakan Konten

Kita datang ke Larantuka untuk berziarah dan berdevosi, bukan untuk membuat konten. Jangan sampai kehadiran kita justr

| Rabu, 01 April 2026
Lembata Raih IPP Tertinggi di NTT, 10 Layanan Masih Tertahan di Kategori C

Ini menjadi tantangan Pemerintah Daerah untuk menjaga ritme kerja birokrasi, memperkuat kolaborasi di semua lintas sekt

| Kamis, 26 Maret 2026
Pemda Lembata Gelar Turnamen Mancing Nasional, Gaet Peserta Mancanegara

Fokus utama pembahasan adalah penyelenggaraan turnamen memancing yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan

| Kamis, 19 Maret 2026
Banyak Catatan Kritis DPRD Lembata di Musrenbang RKPD 2027

Ketua DPRD Syafrudin Sira, dalam penyampaian pokok-pokok pikiran lembaganya, tidak hanya memberi dukungan politik terhad

| Rabu, 18 Maret 2026
PAD Lembata Melambat, Bupati Kanis; Percepat Kinerja dan Optimalisasi

Pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi lambatnya realisasi PAD, terutama pada sektor paja

| Selasa, 17 Maret 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan

TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 PojokNesia
Allright Reserved
CONTACT US Lewoleba
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281353967028
POJOKNESIA
Viewers Now: 1