Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Wabup H. Nasir: Kita Bentuk Tim Pengawasan Pendistribusian BBM

Ini kejadian hampir setiap tahun, entah lari kemana bensin ini saya juga bingung, maka dari itu nanti kami akan turun ke lapangan untuk jaga sendiri itu nosel agar tahu permasalahannya ada dimana.

Paul Moruk
Rabu, 12 Maret 2025 | 22:05:35 WIB
Wakil Bupati Lembata H. Muhammad Nasir, S.Sos (dok. AL)



Lembata, Pojoknesia- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi selama satu minggu terakhir di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah memicu antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kelangkaan BBM ini, terutama jenis Pertalite dan Pertamax, turut menyebabkan lonjakan harga jual di tingkat pengecer. Sebelumnya, BBM jenis Pertalite dan Pertamax dijual dengan harga Rp 20.000 per botol, namun kini harganya melonjak menjadi Rp 30.000 per botol, meski dengan takaran yang sudah dikurangi.

Menyikapi permasalahan ini, pemerintah telah menggelar rapat bersama para pengelola SPBU untuk mengecek langsung permasalahan dan kendala yang dialami.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya usai bertemu dengan para pengelola SPBU, Selasa, (11/03/2025) siang.

Nasir mengatakan pemerintah menghadirkan para pengelola SPBU agar bisa tahu permasalahan baik terkait kuota maupun mekanisme pendistribusian.

“Jika ada kendala yang dihadapi SPBU, pemerintah dapat membantu memfasilitasi penyelesaiannya,” Ucapnya. 

Lebih lanjut Nasir mengatakan bahwa permasalahan BBM terjadi hampir setiap tahun. Karena itu, dalam rapat ia menekankan untuk menciptakan stabilisasi dan tidak mau melihat lagi adanya antrean yang sangat menyita waktu.

“Ini kejadian hampir setiap tahun, entah lari kemana bensin ini saya juga bingung, maka dari itu nanti kami akan turun ke lapangan untuk jaga sendiri itu nosel agar tahu permasalahannya ada dimana,” Ucap Nasir tegas.

Langkah ini dilakukan untuk bisa mengetahui dan memetakan pada hari apa saja mobilitas ramai dan kapan mobilitas kurang, serta pemerintah ingin memastikan mulai dari pembongkaran, banker, sampai pada pendistribusian sehingga tahu jika ada kekurangan, dan larinya ke mana.

“Kami mau masyarakat itu memandang bahwa pemerintah hadir. Kehadiran pemerintah adalah untuk menciptakan pengendalian dan pendistribusian BBM agar tepat sasaran dan tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat yang dialamatkan terkait dengan BBM bersubsidi,” Ungkap Wabup Nasir. 

Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menyelesaikan masalah ini agar kelancaran distribusi BBM kembali normal dan masyarakat tidak semakin terbebani.


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan