Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Tradisi Semana Santa di Larantuka Resmi Dimulai, Aksi Seret Seng Warnai Rabu Trewa

Rabu Trewa sendiri merupakan salah satu momen sakral dalam rangkaian Semana Santa. Istilah "trewa" berarti bunyi-bunyian, yang menjadi simbol dimulainya masa perkabungan atas sengsara Kristus menjelang penyaliban.

Paul Moruk
Rabu, 16 April 2025 | 21:28:22 WIB
Suasana Rabu Trewa di Kabupaten Flores Timur

Larantuka, PojokNesia.Com – Tradisi Semana Santa atau Pekan Suci Paskah di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, resmi dimulai pada Rabu, 16 April 2025. Dimulainya prosesi ditandai dengan aksi seret seng oleh puluhan anak di depan Kapela Tuhan Ma, usai ibadat Mengaji Tuan Mardomu Pintu Tuhan Ma dan Tuhan Ana.

Sebelumnya, ratusan umat Katolik dari Larantuka dan berbagai kota lainnya telah mengikuti ibadat Lamentasi atau Ratapan Yeremia. Ratapan Yeremia merupakan sebuah misa khusus dalam tiga bagian yang memperingati penderitaan Yesus Kristus. Kegiatan ini dilangsungkan dalam suasana hening dan penuh penghayatan, sebagai bagian dari peringatan Rabu Trewa.

Rabu Trewa sendiri merupakan salah satu momen sakral dalam rangkaian Semana Santa. Istilah "trewa" berarti bunyi-bunyian, yang menjadi simbol dimulainya masa perkabungan atas sengsara Kristus menjelang penyaliban. 

Di Larantuka, peringatan ini diwarnai dengan aksi simbolik: anak-anak dan orang dewasa menyeret lembaran seng berbagai ukuran di jalanan, menimbulkan suara nyaring sebagai tanda kedukaan mendalam.

“Baru pertama kali ikut dan lihat dari dekat, sangat unik. Saya sebelumnya hanya dengar tentang prosesi Jumat Agung di Larantuka, tapi ternyata prosesi Rabu Trewa juga luar biasa,” ungkap Ana Maria (40), seorang peziarah dari Atambua.

Usai aksi trewa, Imam dari Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka bersama confreria tampak menyusuri rute prosesi, memercikkan air berkat di sepanjang jalan. Jalur inilah yang pada Jumat malam, 18 April 2025, akan dilalui arak-arakan arca suci Tuan Ma dan Tuan Ana, puncak dari rangkaian Semana Santa yang telah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun.

Semana Santa di Larantuka dikenal sebagai salah satu tradisi keagamaan paling sakral dan unik di Indonesia, yang menyatukan unsur spiritual, budaya, dan sejarah dalam satu perayaan iman umat Katolik. ***


Bagikan

Berita Terkini

Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot

Nilai tinggi dari kain tenun ini bukan semata-mata karena harganya, melainkan karena proses pembuatan yang sangat panjan

| Kamis, 02 Juli 2026
Bupati dan Wakil Bupati Lembata Hadiri Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Presiden menegaskan bahwa seluruh pengabdian Polri harus

| Rabu, 01 Juli 2026
Aksi Nyata Bupati Lembata: Ikut Angkut Batu Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 pada Revitalisa

| Selasa, 30 Juni 2026
Operasi Besar Disiapkan Bupati-Wabup Lembata, Dugaan Bisnis Ilegal BBM Subsidi Jadi Target

Padahal kuota BBM subsidi yang disalurkan ke Lembata disebut sudah sesuai pengajuan daerah. Namun antrean panjang dan ke

| Senin, 29 Juni 2026
Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Penyampaian laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab eksekutif kepada legislatif dan masyarakat luas atas pengelolaa

| Senin, 29 Juni 2026
Festival Lamaholot 2026 Siap Guncang Lembata, Empat Hari Perayaan Budaya Menuju Panggung Dunia

Festival ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran UMKM dan tenun ikat, karnaval budaya, pertunjukan seni etn

| Senin, 29 Juni 2026
Bupati Kanis: Menjadi Pengelola Bank Sampah adalah Pekerjaan Mulia

Ia menekankan bahwa di balik kesan 'kotor' saat bekerja, tersimpan hasil yang sangat bersih dan indah, baik secara fisi

| Sabtu, 20 Juni 2026
Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak

Terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian, yakni pendidikan, kesehatan, budaya, rekreasi, serta perlindungan kh

| Jumat, 19 Juni 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan